IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Bank Nagari dan RPN Luncurkan Program Gerobak Anak Nagari Berdayakan UMKM Disabilitas

Model gerobak anak nagari yang diberikan kepada kalangan UMKM disabilitas di Padang Sarai Padang. Foto: Humas RPN
Model gerobak anak nagari yang diberikan kepada kalangan UMKM disabilitas di Padang Sarai Padang. Foto: Humas RPN
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Pada pagi yang cerah di RT 003 RW 009 Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang sebuah inisiatif sosial yang sarat makna resmi diluncurkan. Program bertajuk “Gerobak Anak Nagari” hadir sebagai bentuk kepedulian Bank Nagari dan Rangkiang Peduli Nagari (RPN) terhadap penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi mereka yang memiliki mentalitas kemandirian tinggi namun kurang beruntung dalam arus pembangunan, termasuk para penyandang disabilitas.

Program ini diluncurkan dengan tema “Mambangkik Batang Tarandam”, sebuah pepatah Minang yang bermakna membangkitkan kembali sesuatu yang pernah tumbang. Filosofi ini menjadi semangat utama program: memberikan kesempatan kedua bagi pelaku usaha mikro yang terdampak berat oleh berbagai krisis.

Yospendri, selaku Kepala Bagian Humas Bank menyatakan bahwa program ini diharapkan bisa mememacu omset sehingga meningkatkan taraf hidup para penerima manfaat.

Sedangkan Corri Saidan, Asisten III Pemerintah Kota Padang yang hadir mewakili Wali Kota Padang, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil.

“Program seperti ini mencerminkan sinergitas yang ideal antara perusahaan seperti bank, lembaga sosial seperti RPN, dan pemerintah. Ini sejalan dengan visi dan program pembangunan Kota Padang” ujarnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sebanyak tiga unit Gerobak Anak Nagari beserta modal usaha secara simbolis diserahkan kepada tiga orang penerima manfaat, dua di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Mereka bukan sekadar penerima bantuan, namun merupakan simbol keteguhan hati dan tekad untuk bangkit secara mandiri.

Zeng Welf, CEO Rangkiang Peduli Negeri (RPN), mitra pelaksana program ini, menyampaikan apresiasi kepada Bank atas kepercayaan yang diberikan. “Ini bukan sekadar program kepedulian biasa. Ini adalah bentuk nyata dari keberpihakan Bank Nagari kepada sektor UMKM dan masyarakat kalangan menengah kebawah. Dengan program ini, kami berharap lahir pelaku usaha yang mampu mandiri dan terus tumbuh,” ujarnya.

RPN sebagai organisasi masyarakat sipil telah berpengalaman dalam implementasi program pemberdayaan berbasis komunitas. Sinergi antara lembaga keuangan dan civil society seperti ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan inklusif bukan hanya wacana.

Salah satu penerima manfaat, Heljomri, menyampaikan kisah menyentuh. Ia adalah mantan pelaku usaha yang usahanya hancur saat pandemi melanda. “Sejak COVID-19, usaha saya jatuh bangun dan akhirnya berhenti total. Gerobak ini bagi saya bukan hanya alat jualan. Ini adalah harapan. Saya ingin menjadikannya jalan untuk memperbaiki hidup saya dan keluarga,” katanya dengan suara bergetar.

Kisah Heljomri mencerminkan apa yang diimpikan oleh banyak pelaku usaha kecil: bukan sekadar bantuan, tetapi akses terhadap kesempatan.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH