Sementara skor Programme for International Student Assessmen (PISA) memang alami penurunan seluruh dunia, termasuk Indonesia. Indonesia turun juga tapi relatif dan tidak dalam akibat pandemi covid 19. Namun dari peringkat, naik 5 tingkat secara global.
''Ini menunjukkan relisiensi pendidikan Indonesia meningkat. Ini hasil kampus merdeka belajar. Dalam daya saing, 5 tahun lalu Indonesia berada peringkat 23 dunia. Sekarang Indonesia peringkat 5 dunia. Meningkat sangat tajam,'' ujar Prof Nizam.
Sementara itu, Dirjen Dikdasmen Iwan Syahril mengatakan, merdeka belajar esensinya ada problem solving lewat 26 episode merdeka belajar. Caranya membuat pendidikan yang relevan. Ujian Nasional (UN) yang banyak menimbulkan masalah diganti dengan asesmen nasional.
''Untuk siapkan SDM kedepan tidak lagi hafal konten, tapi pembelajaran sepanjang hayat. Ada pengembangan kemampuan literasi, numerasi dan lainnya. Bukan calistung,'' ujar Iwan yang juga anggota Wali Amanat UNP ini.
Agar pembelajaran semakin relevan, lanjut Iwan Syahril, maka buka ruang-ruang inovasi. Kita bisa menyesuaikan kebutuhan dan memanfaatkan kearifan lokal. Merdeka belajar dengan terobosan mandiri dan mengurangi ketergantungan dengan pemerintah. Merdeka belajar sudah bisa angkat skor PISA kita.
Majukan UNP dengan Menarik Diaspora Minang
Selain memperbanyak kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri baik di dalam maupun dengan luar negeri, UNP juga mengandeng peran alumni yang tersebar di berbagai daerah dan latar belakang pekerjaan untuk membesarkan UNP.
Strategi lain yang dijalankan Rektor UNP Prof Ganfri PhD adalah dengan menarik diaspora orang Minang yang berada di luar negeri untuk menjadi dosen di UNP dan mengembangkan masing-masing bidang keilmuannya di Indonesia.
Banyak diaspora orang Minang yang berada di luar negeri. Ganefri merayu agar ia dan keluarganya mau pindah ke UNP untuk membesarkan UNP. Misalnya Irwandi Jaswir, ahli pangan yang menjadi guru besar di Universitas Antar Bangsa Malaysia.
Editor : Marjeni Rokcalva






