SURANTIH - Nelayan Egok (50) yang dilaporkan hilang saat badai dan gelombang tinggi menerpa perairan Pessel ditemukan sudah meninggal dunia. Jasad lelaki asal Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (30/1/2020) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban ditemukan oleh tim penyelamat yang menggunakan kapal penangkap ikan bagan ANF 05 yang dinahkodai Si'al (45). Ia ditemukan mengapung oleh salah seorang ABK tidak jauh dari pintu Muara Surantih, sekitar 800 meter dari bibir pantai.
Setelah berusaha bersama tim pencari lainnya selama dua hari. Bagan ANF melanjutkan pencarian korban, pada malam harinya dengan menghidupkan seluruh lampu kapal. Tidak lama setelah berputar-putar menyisiri pantai, akhirnya korban ditemukan mengapung dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
"Korban pertama kali dilihat oleh anggota Ipal dan Iwan, dan korban sudah meninggal dan tubuhnya juga mulai berubah," sebut Nahkoda Kapal Bagan Si'al dilansir dari Covesia.com Jumat (31/1/2020).
Setelah berhasil ditemukan kata Si'al, korban langsung di naikkan ke atas kapal, dan pihaknya langsung menghubungi nelayan lain yang berada di tepi, untuk menjemput mayat korban.
Sementara Kapolsek Sutera, Iptu Asmardi Abbas mengatakan, korban diketahui pertamakali ditemukan terapung oleh nelayan lain sekitar pukul 23.17 WIB.
"Korban pertamakali ditemukan oleh tungganai (Nahkoda) kapal bagan Si'al, setelah ditemukan, mayat korban langsung dievakuasi oleh tim Basarnas dan dibawa ke Puskesmas Surantih untuk dilakukan visum luar," ungkap Kapolsek
Lanjutnya, setelah dilakukan visum kata Kapolsek korban dihantarkan kerumah duka. Dimana, mayat yang ditemukan positif dinyatakan korban hilang atas nama Egok.
"Soalnya, kondisi korban sudah mulai berubah. Tetapi, masih bisa dikenali," tutupnya.
Editor :






