LUBUK ALUNG, DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Padang Pariaman optimis meraih satu kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Padang Pariaman 2 yang meliputi Kecamatan Lubuk Alung, Batang Anai dan Sintuak Toboh Gadang. Dari 11 kursi yang diperebutkan di daerah pemilihan ini, PBB bertekad meraih satu kursi dengan mengirimkan wakilnya ke DPRD Kabupaten Padang Pariaman pada Pemilu yang digelar 14 Februari 2024 mendatang.
Demikian diungkapkan Sekretaris DPC PBB Kabupaten Padang Pariaman Asmawi, Sabtu (16/9/2023) di Lubuk Alung kepada awak media ini. Menurut Asmawi, di Dapil 2 Padang Pariaman ini, PBB mengusung calon anggota legislatif (Caleg) yang beragam latar belakanganya. Ada yang dari pengusaha, pemuda, pemudi, aktifis organisasi dan professional lainnya.
"Dengan beragam latar belakang caleg yang diusung tersebut, kita optimis PBB yang pada Pemilu 2019 lalu gagal mengirimkan wakilnya ke DPRD Padang Pariaman, tapi pada Pemilu 2024 mendatang Insya Allah berhasil mengantarkan wakilnya di DPRD Kabupaten Padang Pariaman," kata Asmawi yang maju di Dapil 2 Kabupaten Padang Pariaman nomor urut 1 ini.
"Dari delapan caleg yang diusung PBB di Dapil 2 ini, semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kemenangan. Karena tidak ada yang incumbent (petahana), anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, maka semua calegnya memiliki kesempatan yang sama untuk duduk di kursi DPRD Padang Pariaman. Berbeda dengan partai politik yang memiliki petahana, peluang bagi caleg di partai tersebut yang tidak petahana berat untuk mengalahkan petahana," kata Asmawi lagi.
Karena itu, kata Asmawi, masing-masing caleg PBB terus berupaya meningkatkan dirinya untuk meraih suara. baik melalui sosialisasi, silaturrahmi, medsosisasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak.
Asmawi juga menjelaskan, PBB lahir sebagai partai politik berasaskan Islam berdiri pada 17 Juli 1998 di Jakarta, dideklarasikan Jumat 26 Juli 1998 di halaman Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. PBB didukung oleh ormas Islam tingkat nasional. PBB melandaskan perjuangan pada ajaran Islam yang universal dan bersifat rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam.
Awal berdirinya PBB diketuai Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. Yusril sebagai tokoh reformasi yang menjadi arsitek berhentinya Soeharto dari jabatan Presiden RI ketika reformasi bergulir.
MS Kaban dipilih sebagai Ketua Umum PBB 1 Mei 2005 dan Drs. H. Sahar L. Hasan sebagai sekjen. Muktamar III April 2010 di Medan, PBB menetapkan kembali DR. H. MS Kaban sebagai ketua umum dan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc. sebagai Ketua Majelis Syuro.
PBB peserta Pemilu 2014 dan mendapat nomor urut 14. Pada 26 April 2015, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc. terpilih kembali sebagai Ketua Umum PBB di Muktamar IV PBB menggantikan MS Kaban. Yusril terpilih aklamasi setelah calon lainnya Rhoma Irama tidak datang ke arena muktamar pada pemilihan ketua umum.
Editor : Berita MinangSumber : awap







