"Tenaga kerja sektor UMKM sekitar 19.163 orang. Sedangkan volume usaha Rp805,6 miliar," katanya.
Salah satu program unggulan Pemko guna mengembangkan UMKM, lanjut Fadly, adalah Rumah Wirausaha. Pelaku UMKM diberikan berbagai pelatihan dan pendampingan.

Seperti peningkatan kualitas produksi, peningkatan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi, dalam bentuk digitalisasi proses dan marketing. Serta upaya mendapatkan modal dari bank dan lembaga keuangan lainnya.
Dikatakannya lagi, Pemko mendukung pengembangan UMKM kerajinan dengan menyediakan fasilitas Pasar Seni, Galeri UMKM bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang.
Adapun beberapa kerajinan unggulan Padang Panjang yaitu aneka kerajinan berbahan dasar kulit, batik, bordir, songket, anyaman, dan seni pahat.

Sementara itu, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang Febri Yulika mengungkapkan progres kerjasama yang selama ini telah dibangun antara Dekranas dengan ISI Padang Panjang dalam peningkatan kompetensi para pelaku UMKM kriya di Padang Panjang.
"Kemitraan strategis dan kolaborasi ISI Padang Panjang dengan Dekranasda kabupaten/kota se-Sumatra Barat bermanfaat bagi UMKM, terutama dalam pengembangan diversifikasi produk melalui inovasi, manajemen produksi, hingga branding, dan marketing produk, sehingga meningkatkan daya saing produk kriya UMKM," jelas Febri.
Editor : Berita Minang






