
"Diperlukan upaya yang berkelanjutan dalam meningkatkan desain, kualitas, dan pemasarakan produk UMKM kriya," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Wury juga meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk dapat saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam memajukan UMKM kriya di tanah air.
"Kita semua dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan yang kuat untuk memperkuat UMKM kriya melalui kolaborasi yang erat," pesan Ibu Wury.
Mengakhiri sambutannya, Ibu Wury mengajak masyarakat untuk dapat memberikan kontribusi aktif dalam meningkatkan penggunaan produk-produk kriya karya anak bangsa.
"Kita dapat turut berkontribusi dalam membangun perekonomian yang lebih inklusif dan berkelanjutan dengan memilih, membeli, menggunakan, dan mendukung produk-produk kriya lokal," tutup Ibu Wury.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran memaparkan persentase perekonomian Kota Padang Panjang sebesar 80% yang ditopang oleh pergerakan ekonomi UMKM melalui berbagai program kerja dan pengadaan pelatihan bagi para pelaku UMKM.
Dikatakannya lagi, Pemko sangat concern dengan UMKM, termasuk UMKM kerajinan. Karena UMKM sangat mendominasi perekonomian kota ini.
Data 2021, ada 13.688 UMKM di Padang Panjang. Sekitar 46% UMKM menggeluti fashion, 42% UMKM kerajinan kulit dan alas kaki, 12% UMKM yang berkaitan dengan makanan dan minuman.
Editor : Berita Minang






