IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Reaktualisasi Kehidupan Spiritual Pascaramadan

Kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (27/3) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Foto ET.
Kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (27/3) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Foto ET.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Kita perlu menata kehidupan Pascaramadan dengan memanfaatkan tiga potensi yakni akal, qalbu, dan nafsu dan walaupun memiliki kelemahan maka diperlukan agama dalam diri manusia.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, yang diwakili oleh Sekretaris Universitas Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (27/3) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.

"Pimpinan Universitas Negeri Padang kembali mengingatkan sivitas akademika untuk menyelesaikan laporan LHKPN bagi pimpinan dan laporan SPT Tahunan bagi semua sivitas akademika Universitas Negeri Padang," jelas Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag. yang merupakan Dosen Departemen Ilmu Agama Islam FIS UNP sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial pada Jumat pagi ini.

Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag. melalui ceramahnya bertopik "Reaktualisasi Kehidupan Spiritual Pascaramadan" menyampaikan bahwa dalam surat At Tin ayat 4 hingga ayat 6 yakni Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putusnya.

Lebih lanjut Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag. menjelaskan bahwa secara fisik kita telah terlatih menahan haus dan lapar, menjaga indera kita, dan melaksanakan berbagai ibadah pada siang dan pada malam bulan Ramadan selama 30 hari, serta latihan ini sudah dilaksanakan secara penuh, namun terkadang ketika masuknya Syawal ada yang kembali kepada fitra dan juga ada yang kembali kepada habitat yang semula.

"Manusia adalah makhluk 2 dimensi yakni dimensi fisik dan dimensi spiritual. Dari dimensi fisik ini, manusia adalah makhluk yang sebaik-sebaiknya di antara makhluk yang ada," tambah Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag.

Pada kesempatan itu, Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag. menyampaikan bahwa manusia dari dimensi spiritual memiliki tiga aspek yakni akal adalah sumber berpikir, hati atau qalbu adalah sumber merasa, serta ketiga adalah syahwat atau nafsu/jiwa.

"Bila segumpal daging atau qalbu, jika rusak qalbu itu maka rusaklah manusia itu dan jika baik qalbu itu maka baiklah manusia itu. Qalbu sering terjadi bolak-balik atau berubah-ubah, maka perlu kerja sama akal dan qalbu. Dalam pepatah Minangkabau, raso dibao naiak, pareso dibao turun," tukuk Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag.

Jelas Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag., dari tiga aspek ini yakni pikiran, qalbu, dan nafsu saling memiliki kelemahan dan tidak bisa dijadikan pemimpin dalam diri manusia, oleh karena itu pimpinan dalam diri manusia diperlukan agama yang diturunkan oleh Allah.

"Manusia dalam kehidupan memiliki berbagai keinginan, manusia berkeinginan untuk memiliki pasangan hidup berbeda jenis, manusia berkeinginan untuk memiliki anak turunan, manusia berkeinginan untuk memiliki harta benda, manusia berkeinginan untuk memiliki kendaraan, manusia berkeinginan untuk memiliki sawah ladang mata pencaharian. Hal itu hanyalah keinginan duniawi," kata Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag.

Ustaz Dr. Ahmad Kosasi, M.Ag. juga menjelaskan bahwa sesungguhnya jika lima kebutuhan atau lima keinginan di atas terpenuhi dan hal itu hanyalah memenuhi kesenangan kehidupan duniawi semata, serta harus diingat manusia memerlukan keseimbangan kehidupan duniawi dan kehidupan akhirat. (ET)

Editor : Ermanto
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH