Ternyata apa yang diharapkan juga tidak didapat, malah kuota kebutuhan pupuk yang diajukan ke pengecer yang sudah ditetapkan, juga tidak didapat.
Kepada wakil rakyat itu, masyarakat berharap untuk dapat dicarikan solusinya, sehingga lahan pertanian yang mereka miliki akan dapat berhasil dengan harapan hasilnya tentu akan meningkat.
Terkait dengan masalah kesulitan dan mahalnya harga pupuk tersebut, H. Nurfirmanwansyah menjelaskan, bahwa pihak sudah menyampaikan persoalan itu kepada instansi terkait di Provinsi. Namun jawabannya, masalah pupuk itu, kebijakannya ada di pusat.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Meski demikian Nurfirmanwansyah, mengajak masyarakat petani untuk tetap optimis, dan terus melakukan inovasi dalam mengantisipasi persoalan pupuk lahan pertanian masyarakat tersebut. (AA).
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor:
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Medio Agusta dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





