IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pupuk Masih Menjadi Aduan Keltan Pada Anggota DPRD Sumbar Saat Reses

Rangkaian Reses Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar, H. Nurfirmanwansyah di Solsel masih menampung aspirasi kelompok tani, di Sungai Aro dan Batang Lolo, Kecamatan KPGD, Senin (6/3/2023). Foto Afrizal Amir
Rangkaian Reses Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar, H. Nurfirmanwansyah di Solsel masih menampung aspirasi kelompok tani, di Sungai Aro dan Batang Lolo, Kecamatan KPGD, Senin (6/3/2023). Foto Afrizal Amir
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Pakan Rabaa - Adanya anggota dewan dikarenakan ada masyarakat, dan masyarakat sudah pasti sangat perlu anggota dewan untuk menyalurkan aspirasinya dalam berbagai kegiatan pembangunan.

Hal tersebut bagian dari pengantar Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar, Drs. H. Nurfirmanwansyah, Apt. MM saat bersilahturahmi pada masa reses perorangan Anggota DPRD Sumbar dengan warga masyarakat dari empat kelompok tani yang ada di Nagari Pakan Rabaa dan Nagari Persiapan Pakan Rabaa Selatan di Cafe MW Jorong Sungai Aro, Senin (6/3/2023).

H. Nurfirmanwansyah mengapresiasi warga masyarakat yang sudah mengundangnya untuk hadir guna menyampaikan berbagai usulan atau menyampaikan berbagai program untuk mendukung usaha pertanian mereka.

" Sebagai wakil masyarakat dari Solsel yang merupakan bagian dari Dapil 7 untuk DPRD Provinsi Sumbar, sudah saatnya, kegiatan ini perlu dilakukan dalam kegiatan reses, " jelas Nurfirmanwansyah yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sumbar itu.

Artinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk menampung aspirasi dan kami dari DPRD menyampaikan berbagai program pembangunan Pemda Sumbar yang dirangkum dalam APBD Provinsi dari hasil penetapan DPRD," tambah Anca panggilan akrab Nurfirmanwansyah.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Selain itu, Nurfirmanwansyah yang mantan Wakil Bupati Kabupaten Solok Selatan periode 2005-2010 itu juga memaparkan berbagai program pembangunan dari usulan masyarakat yang akan dibangun pada tahun 2023 ini untuk Solok Selatan.

Sementara itu, beberapa utusan kelompok tani saat itu menyampaikan persoalan yang masih mereka hadapi dalam melakukan usaha pertanian, diantaranya yang paling sulit masalah kelangkaan dan mahalnya harga pupuk untuk tanaman padi mereka

" Kami saat ini terkendala dalam ketersediaan pupuk bersubsidi. Bahkan pada tahun 2023 ini didapat informasi bahwa kelompok tani tidak akan lengkap lagi menerima jatah pupuk, " ungkap salah seorang anggota kelompok tani saat dilakukan dialog.

Berikutnya dihari yang sama, saat Nurfirmanwansyah bertemu dengan empat pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) di Batang Lolo, Nagari Pakan Rabaa Tangah Kecamatan KPGD, yang sangat memiriskan adalah, penuturan dari pengurus kelompok, bahwa tujuan mereka membentuk kelompok tani karena berharap agar mereka memperoleh harga pupuk yang murah.

Para kaum ibu yang mayoritas bertani sawah itu, selama ini mereka kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Maka dibuatlah kelompok, dengan harapan mereka akan memperoleh pupuk bersubsidi.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH