"Sudah saya pikirkan semuanya, bagaimana dan kapan saatnya saya bisa mengabdikan diri ketika usia saat ini sudah berada dikepala enam. Soal posisijabatan sudah saya nikmati dan jalani sehingga Unihaz sukses menjadi perguruan tinggi papan atas di Provinsi Bengkulu. Sekarang, saatnya saya harus berbuat untuk membangun Sawahlunto tanah kelahiran saya ini agar lebih maju dan berkembang." Tuturnya.
Feri mengutarakan, kenekatannya untuk maju sebagaibacalon kada nanti tak tangung-tanggung. Disatu sisi dia harus rela kehilangan jabatan yang tengah berada dipuncak akademisi, disisi lainnya harus bertarung diranah politik yang begitu dinamis dengan taruhan logistik dan finansial yang cukup.
Nekat, dan seriusnya Feri Dalimi untuk ikut kontestasi Pilkada 2024, mendapat sokongan warga yang hadir dalam dialog persahabatan bersama warga di Khas Ombilin Hotel tersebut. Feri dianggap berani untuk mewujudkan impiannya menjadi bacalon kada 2024. Terserah, apakah dia harus sebagai bacalon walikota atau bacalon wakil walikota tidak masalah baginya. Tapi sebagian besar suara menginginkan dia sebagai bacalon walikota.
"Pak Feri ini orang akademis, intelektualitasnya terlihat dari posisi jabatan dan kiprahnya selaku pimpinan atau rektor perguruan tinggi ternama di Provinsi Bengkulu. Jika beliau ikut berkontestasi, maka akan mewarnai Pilkada Sawahlunto 2024 nanti. Tentu kita berharap, akan muncul figur-figur yang lainnya setelah ini." Ungkap Mukhsin, Ketua DPD PKS Sawahlunto yang diundang Feri hadir di heritage hotel ini.
Editor :






