PADANG -- Rendang, kata ini sudah sangat familiar didengar oleh para pencinta kuliner di manapun berada, bahkan pada 2011, kuliner yang berasal dari Ranah Minang Sumatera Barat ini di nobatkan sebagai kuliner atau makanan terlezat nomor Satu di dunia dalam World's 50 Most Delicious Foods versi CNN International.
Rendang merupakan makanan berbahan dasar daging sapi atau kerbau (biasanya diambil bagian tenderloin atau bagian pinggang yang lunak) berkuah santan, dan kaya akan bumbu rempahnya menjadikan makanan ini primadona dan buah kebanggaan masyarakat Minangkabau.
Masakan rendang tidak hanya menjadi primadona di mata masyarakat Minang dan Indonesia. Menurut survey yang dilakukan oleh Cables News Network pada 2001 dan 2017, rendang mendapatkan nominasi masakan terenak di dunia berdasarkan reader's choice sebanyak 35.000 voter mengalahkan sushi dan Tom yang Goong dari Thailand. Tak sampai disitu saja, mendapati rendang menjadi masakan terenak di dunia, Gordon Ramsay, chef terkenal dunia.
Budiman yang merupakan Tokoh Perhati UMKM Sumatera Barat menyampaikan dengan Seiring perjalanan waktu, Rendang yang semula berbahan dasar daging, kini dengan adanya inovasi dan kreativitas serta ide, para pelaku UMKM di Sumatera Barat mengembangkan dalam bentuk variasi lain pengganti daging sapi, seperti rendang belut, rendang pakis, rendang jengkol, rendang telur, rendang pucuk ubi, dan lain sebagainya sebagai alternatif bagi konsumen yang tidak bisa mengkonsumsi daging, dan mengikuti gaya hidup vegaterian saat ini.
Sementara itu, terkait dengan adanya varian atau dalam bahasa disebut Diferensiasi produk atau pembedaan produk (bahasa Inggris: product differentiation) proses dimana pembedaan suatu produk untuk membuatnya lebih menarik terhadap suatu pasar sasaran tertentu sesuai dengan kebutuhan atau permintaan. kegiatan memodifikasi produk agar lebih menarik, perubahan yang dilakukan adalah merubah karakter produk tersebut.
Dijelaskannya, dengan kata lain, pemasaran merupakan salah satu masalah yang muncul yang harus di hadapi para pelaku usaha rendang saat ini, karena semua pelaku usaha bergantung pada penjualan atau pemasaran , oleh sebab itu pelaku usaha harus memiliki kemampuan atau strategi khusus dalam memasarkan produk rendang di era digitalisasi saat ini. Untuk itu kita harus memahami arti pemasaran, secara bahasa pemasaran merupakan aktivitas mempercepat perpindahan barang maupun jasa yang dijual dari produsen atau distributor hingga ke tangan konsumen.
Sedangkan kata digital berasal dari kata digitus, dalam Bahasa Yunani yang memiliki arti jari jemari. Jari jemari seseorang berjumlah sepuluh (10) yang terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0. Menurtu kamus besar bahasa Indonesia, digital adalah berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu. Kalau kita hubungan kedua kata di atas pegertian pemasaran digital menurut Coviello et al, (Fawaid, 2017) adalah penggunaan internet dan penggunaan teknologi interaktif lain untuk membuat dan menghubungkan dialog antara perusahaan.
" Para pelaku UMKM saat ini Ketika produk sudah dibuat, pertama tidak tahu dan tidak mampu untuk mempromosikan produknya, kedua kemana harus diiklankan, ketiga takut biaya mahal, keempat pengiklanan hanya sesaat/tidak rutin," terang Budi yang juga Aktif sebagai mentor UMKM Sumbar.
Diterangkannya memperkenalkan turunan produk rendang ini, maka para pelaku UMKM perlu mempromisikannya. Banyak cara dalam melakukan promosi saat ini, kalau dulu media promosi secara offline (surat kabar, majalah, brosur, dan papan reklame,dll), namun saat ini promosi bisa dilakukan secara online. Berbagai macam media online yang bisa digunakan untuk mengiklankan produk turunan rendang ini.
Editor : Marjeni Rokcalva






