"Inilah segudang alasan mengapa kami ingin membangun mesjid yang besar. Kami sampaikan terima kasih kepada Syeikh Ahmad dan Buya Zein yang telah memberi kami kesempatan, serta gubernur Mahyeldi yang sudah mengarahkan pembangunan mesjid ini ke Payakumbuh. Mungkin ini takdir allah, kami siap di panggil ratusan kali ke kedutaan Arab Saudi di Jakarta untuk menyelesaikan ini, karena menjadi tanggung jawab saya walaupun hampir selesai jabatan sebagai wali kota. Harapan kita silaturahmi tidak terputus, kita perjuangkan sampai selesai sebaik-baiknya," tukuk Riza.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Kadis Muslim menyampaikan melalui kunjungan Kedubes Arab Saudi ini, diharapkan memiliki kesan baik kepada Kota Payakumbuh dan sepulang dari sini dapat memastikan untuk mewakafkan dana untuk membangun mesjid agung.
"Selama 3 tahun ini kita sudah membebaskan lahan 5 seluas hektar, kita terkendala dengan alokasi anggaran pembangunan mesjidnya karena 2 tahun ini anggaran susah karena Covid-19," kata Muslim.
Dijelaskannya, sulitnya anggaran sebagai sumber pembiayaan membangun mesjid untuk umat, tak membuat Kota Payakumbuh berputus asa menyediakan fasilitas umum yang akan sangat bermanfaat bagi perlintasan Sumbar arah ke Riau.
Ditambahkannya, melalui RPJMD Kota Payakumbuh, Pemerintah menyediakan fasilitas umum untuk masyarakat, diantaranya rumah ibadah berskala kota. Kalau pemakaman sudah ada meski tak besar, kemudian juga sudah ada pasar dan sekolah.
"Beberapa tahun direncanakan pembangunannya belum terwujud, namun kita sudah bisa bebaskan lahan selama 3 tahun dengan luas 5 hektar. Kita bandingkan dengan Mesjid Raya Sumbar yang luasnya cuma 2 hektar, Mesjid Agung Kota Payakumbuh jauh melebihi kapasitas itu. Kita bisa menampung 12.000 jemaah, mudah-mudahan niat kita disupport oleh Pemerintah Arab Saudi," kata Muslim.
"Kita bersyukur bisa dikunjungi ke lapangan, karena banyak daerah meminta dana wakaf dari Arab Saudi ini. Kalau proposal kita ini disetujui Raja Salman, maka tahun 2022 bisa dimulai pembangunannya, tanah sudah siap, perencanaan dan studi kelayakan serta amdal sudah siap. Kita mengajukan kebutuhan sebesar 290 miliar hingga sudah jadi semuanya, termasuk bangunan utama dan bangunan pendukung seperti islamic center dan bangunan adat budaya," kata Muslim.
Dari sisi tokoh masyarakat Koto Nan Ompek, S. Dt. Rajo Imbang menyampaikan atas nama niniak mamak Nagari Koto Nan Ompek salut dengan Wali Kota Riza Falepi. Mulai saja berdikari sebagai wali kota, ada keinginan membangun mesjid di Kota Payakumbuh, awalnya sudah dilakukan penjajakan di 5 kecamatan, dicari dimana lokasi pasnya, akhirnya diputuskan di Pakan Sinayan Koto Nan Ompek, Kecamatan Payakumbuh Barat.
"Kami juga terkejut, saat 3 tahun lalu kami diajak wali kota bertemu, dia menyampaikan niatnya untuk mendirikan mesjid agung. Disampaikanlah rencananya bakal dibangun di kawasan Sawah Koreh, lokasinya di dekat pendakian Ngalau. Begitu semangatnya wali kota, kami diajak ke lokasi," terangnya.
Editor :






