"Artinya guru harus menyikapi keterbatasan kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas dengan membangun kiat dan cara untuk memotivasi murid agar tetap belajar," harap H. Khairunas.

Suasana HUT PGRI dan HGN di Solsel
Harapan Pemerintah kepada guru di momen peringatan HGN itu, disaat negeri ini masih dilanda Pandemi Covid-19, hendaknya para guru mau tidak mau harus turun ke rumah-rumah pelajar untuk memastikan para murid tidak ketinggalan dalam pelajaran.
Pemerintah sangat mengharapkan tenaga pendidik agar terus meningkatkan pengabdian dan serta kualitas dan prestasinya dalam dunia pendidikan, guna menunjang kualitas pendidikan yang baik bagi generasi Solsel ke depan.
Pada tahun 2022 mendatang juga sudah diakomodir pula seragam gratis untuk sebanyak 11.560 siswa baru SD, SMP, Madrasah, dan SMA/SMK/MA dengan alokasi anggaran kurang lebih 2,5 milyar.
Menurut Kepala Disdikpora Solsel, Irwandi Osmaidi, S.E., hal tersebut merupakan bukti komitmen Pemerintahan Bupati Khairunas dan Wakil Bupati Yulian Efi, merealisasikan program seragam gratis yang telah tertuang dalam visi dan misinya.
Sedangkan Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikpora, Rafendi Yuzuar, S.Pd., didampingi, Kepala Sesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP, Gusrizal, S.IP., Kepala Sesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD, Desmeri, S.Pd., dan Kepala Sesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Paud/PNF, Eri Budiman, S.Pd., saat ini jumlah guru didaerah tersebut tengah dilakukan pendataan, mulai dari guru TK-Paud sebanyak 71 orang, guru SD sebanyak 1.181 orang, dan SMP sebanyak 377 orang.
Pendataan ini, juga bagian dari upaya pemerataan guru dan sebahan kajian untuk usulan guru nantinya, jika masih ada kekurangan. Bahkan saat ini ada penguatan tenaga pendidik di daerah ini, setelah adanya penambahan 68 orang guru P3K tahap pertama dan 248 orang pada tahap kedua.
Editor : Marjeni Rokcalva






