PADANG - Perbedaan pelaksanaan Idulfitri pada tahun ini dapat dijadikan sebagai dimensi memperkuat persatuan umat muslim karena kita tetap memiliki banyak persamaan.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (20/3) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan yang dapat dilihat dari berbagai dimensi, dan untuk itu marilah dijadikan evaluasi diri dan kita implementasikan dalam aktivitas tridarma perguruan tinggi di Universitas Negeri Padang," jelas Rektor Krismadinata, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Hendri Andi Mesta, S.E., M.M., Ak. sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Hendri Andi Mesta, S.E., M.M., Ak. dalam ceramahnya bertopik "Jangan Biarkan Ramadan Berlalu tanpa Perubahan" menyampaikan bahwa dalam surat Al-Baqarah ayat 183, Allah mengemukakan Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Kata Ustaz Hendri Andi Mesta, S.E., M.M., Ak., pelaksanaan ibadah puasa dan ibadah lainnya selama bulan Ramadan memiliki berbagai dimensi yang diharapkan dapat diimplementasikan pada bulan-bulan berikutnya.
"Pertama, bulan Ramadan memiliki dimensi spiritual. Dimensi spiritual bulan Ramadan yakni selama bulan Ramadan kita melaksanakan berbagai ibadah dan diharapkan dipertahankan pada bulan berikutnya, " tambah Ustaz Hendri Andi Mesta, S.E., M.M., Ak.
Lebih lanjut Ustaz Hendri Andi Mesta, S.E., M.M., Ak. menjelaskan dimensi personal dalam Ramadan yakni kita dapat menahan diri dan diharapkan juga dapat diimplementasikan pada bulan-bulan berikutnya.
"Dimensi intelektual dalam bulan Ramadan yakni kita memperoleh kajian intelektual baik belajar secara pribadi maupun melalui ceramah Ramadan dan diharapkan juga dapat dipertahankan pada bulan berikutnya," tukuk Ustaz Hendri Andi Mesta, S.E., M.M., Ak.
Pada kesempatan itu, Ustaz Hendri Andi Mesta, S.E., M.M., Ak. mengemukakan dimensi profesional yakni kedisiplinan yang sudah dilaksanakan selama bulan Ramadan dapat diimplementasikan pada bulan-bulan berikutnya.
"Dimensi sosial yang kita terapkan dan laksanakan sebagai ibadah dengan banyak memberikan sadaqah, infak, wakaf dapat diimplementasikan secara berkelanjutan pada bulan-bulan berikutnya," tambah Ustaz Hendri Andi Mesta, S.E., M.M., Ak. (ET)
Subuh Mubarak UNP Pagi: Jangan Biarkan Ramadan Berlalu tanpa Perubahan
Berita Terkait






