Wahyu sebenarnya sudah dipersiapkan oleh Zal sejak tahun 2015 lalu. Zal telah membuat grafik perkembangan wahyu lewat catatan waktu renang yang dia raih. Meski tak mendapat peringkat diawal keikutsertaannya dalam lomba, Zal telah melihat potensi anak dan lawan yang dia hadapi kedepannya. Menurut Zal, olahraga renang adalah olah raga yang terukur.
Berkat semangat dan latihannya yang keras, akhirnya pada lomba renang O2SN 2018, Wahyu meraih juara 2 dan puncaknya meraih juara 1 di tahun 2019. Modal juara pertama inilah yang membawa Wahyu mewakili Sumatera Barat di tingkat Nasional.
Pada lomba renang O2SN Tingkat Sumatera Barat tahun 2019, Wahyu menjuarai diseluruh nomor perlombaan yang dia ikuti.
Antara lain, juara pertama 100 meter gaya bebas dengan catatan hasil 01.10. 97. Kemudian, juara pertama 50 meter gaya dada dengan catatan hasil 00.41.72, selanjutnya juara pertama 50 meter gaya kupu -kupu dengan catatan hasil 00.37.10, lalu, juara pertama 50 meter gaya bebas dengan catatan hasil 00.31.98.
Wahyu telah berhasil mengukir sejarah Kota Padang Panjang sebagai atlit renang tingkat SD yang pertama, berlaga di tingkat nasional.
Dalam bincang bincang Zal kepada Kominfo, Zal mengatakan ucapan terimakasih kepada Walikota Padang Panjang
" Alhamdulillah, beberapa kali secara pribadi Walikota turut membantu Wahyu," kata Nafrizal.
Wahyu merupakan satu dari sekian banyak bibit atlet berbakat yang lahir di Kota Padang Panjang.
Inilah tugas pemerintah dan DPRD yang baru saja dilantik 13 Agustus yang lalu. salah satunya dihadapkan pada memperhatikan kesejahteraan para atlit. Hal ini selaras dengan program dari Walikota Fadly Amran untuk memajukan olahraga serta peningkatan kesejahteraan para atlet di Kota Padang Panjang. Begitupun kesejahteraan pelatih dan pelaku olahraga. (Hrs)
Editor :Sumber : Diskominfo







