Artinya, masyarakat akan punya kemampuan untuk mengolah durian menjadi berbagai menu makanan, dalam rangka meningkatkan harga dan ekonomi masyarakat petani durian, " katanya.
Kedepan melalui festival ini akan dapat meningkatkan pendapatan petani durian di saat musim panen dan mempertahankan eksistensi kualitas durian di daerah itu, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat umum.
Selain itu Festival ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Allah SWT, rasa hormat kepada orangtua dan leluhur yang menanam durian, selayaknya kita hargai dengan layak hasil panen durian masyarakat ini, sehingga mereka selalu menjaga dan memelihara pohon durian untuk kesejahteraan dan lestarinya alam," kata Attila Madjidi
Dia mengungkapkan banyaknya potensi tanaman durian di daerah itu, bahkan ada pohon durian berumur 80-90 tahun yang tersebar di setiap kecamatan dan nagari di Solok Selatan seperti KPGD, Sungai Pagu, Paruh duo, Sangir, Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo dan Sangir Batanghari.
Sementara juri dalam festival yang didatangkan dari Balitbu Pisat akan menilai 5 aspek Lomba Durian Unggul, diantaranya aspek penampilan luar, aspek penampilan dalam, pongge, rasa dan keunikan, " demikian Attilah Majidi Dt. Sibungsu. AA
Editor : Berita Minang






