IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pepatah Ketek-Ketek Lado Kutu, Konteks dan Relevansinya Sekarang

Foto Avina Amanda
Ilustrasi Pepatah Ketek-Ketek Lado Kutu,  Konteks dan Relevansinya Sekarang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Pepatah ini juga bisa dikembangkan menjadi inspirasi dalam karya kreatif, seperti lagu, film pendek, novel, atau kampanye sosial. Misalnya, cerita anak muda dari pelosok yang sukses membawa perubahan di desanya bisa diangkat ke layar kaca sebagai inspirasi publik. Dengan begitu, kearifan lokal tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dalam bentuk yang relevan dengan generasi saat ini.

Penegasan Akhir

Jangan remehkan yang kecil. Jangan pandang sebelah mata orang muda. Kadang, justru dari yang dianggap kecil itulah muncul perubahan besar. Semangat “ketek-ketek lado kutu” adalah pengingat bahwa kekuatan sejati bukan soal ukuran, tapi soal tekad, keberanian, dan ketajaman berpikir.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Penutup

Pepatah “ketek-ketek lado kutu” adalah salah satu bentuk kearifan lokal Minangkabau yang mengingatkan kita agar tidak menilai seseorang hanya dari luar. Ungkapan ini mengajarkan pentingnya menghargai keberanian, kemampuan, dan potensi, terutama pada mereka yang sering dianggap kecil atau lemah.

Di masa sekarang, pesan dari pepatah ini semakin penting. Dalam dunia yang berubah cepat, siapa saja bisa menjadi pemimpin, pembaharu, dan sumber inspirasi—termasuk anak-anak muda. Maka dari itu, semangat “ketek-ketek lado kutu” patut ditanamkan dan dirayakan sebagai motivasi untuk terus percaya diri, berpikir tajam, dan membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. (***)

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH