DEPOK - Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. diundang sebagai Pembicara pada Simposium Nasional Guru Besar Humaniora Indonesia yang dilaksanakan di Universitas Indonesia pada 11-13 Agustus. Kegiatan Simposium itu menghadirkan sebanyak 24 makalah Simposium dan diikuti oleh sebanyak 55 peserta guru besar dari 33 Universitas di Indonesia.
Demikian disampaikan oleh Dekan FBS Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., kepada wartawan portal beritaminang.com dari Depok, Universitas Indonesia pada Selasa (11/8) melalui pesawat telepon selulernya.
Guru Besar Humaniora Indonesia di Universitas Indonesia, Depok selama 3 hari (10-12 Agustus 2026) dapat merumuskan jaringan dan kerja sama antar guru besar Humaniora Indonesia untuk merumuskan kebijakan penelitian Humaniora Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh guru besar Humaniora dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Informasi dari Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., kegiatan Simposium Nasional Guru Besar Humaniora Indonesia dengan Ketua Pelaksana Ketua DGB FIB UI Prof. Dr. Agus Aris Munandar dan dibuka oleh Rektor Universitas Indonesia yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Dr. Untung Yuwono, S.S. Selain itu, 24 pemakalah yang tampil berasal dari Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, ISBI Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Terbuka, UIN RMS Surakarta, Universitas Dian Nuswantoro, UIN Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Internasional Indonesia, Universitas Udayana, dan Universitas Negeri Surabaya.
Dekan FBS Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. dalam kegiatan Simposium Nasional Guru Besar Humaniora Indonesia tersebut menyampaikan topik berjudul "Pengkajian dan Pengembangan Materi Humaniora dengan Inovasi Teknologi Digital di Perguruan Tinggi.
"Ada dua hal yang dibicarakan yakni pemanfaatan inovasi teknologi digital untuk mengkaji naskah humaniora. Pengkajian naskah humaniora dengan aplikasi linguistik korpus misalnya, dapat dilakukan secara cepat, secara tepat, dan mudah," jelas Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum.
Lebih lanjut Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. menyampaikan materi tentang pengembangan materi humaniora dengan inovasi teknologi digital sehingga bisa dipelajari dan dimanfaatkan oleh mahasiswa dan pelajar di Indonesia.
Kata Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., akan ada tiga hal yang dirumuskan yakni (1] Naskah Akademik Pengembangan Humaniora, (2) Policy Brief Strategi Kebudayaan, (3) Pembentukan organisasi.
Hasil Simposium Nasional Guru Besar Humaniora dirumuskan oleh Prof. Dr. Hermina Sutami, Prof. Dr. Laksmi, S.S., M.A., Prof. Dr. Apipudin, Prof. Dr. Yon Machmudi, Prof. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum., Prof. Sisilia Setiawati Halimi, S.S., M.A., Ph.D., Prof. Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D., Prof. Mina Elfira, S.S., M.A., Ph.D. dan beberapa peserta.
Home
Berita
Dekan FBS UNP Pembicara Simposium Nasional Guru Besar Humaniora di Universitas Indonesia
Dekan FBS UNP Pembicara Simposium Nasional Guru Besar Humaniora di Universitas Indonesia
Berita Terkait






