IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pepatah Ketek-Ketek Lado Kutu, Konteks dan Relevansinya Sekarang

Foto Avina Amanda
Ilustrasi Pepatah Ketek-Ketek Lado Kutu,  Konteks dan Relevansinya Sekarang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Lihat saja di dunia teknologi. Banyak startup sukses yang dimulai oleh anak-anak muda. Di Indonesia, muncul berbagai platform pendidikan digital dan gerakan komunitas yang diprakarsai oleh generasi muda. Meskipun mereka masih muda, ide-ide mereka bisa mengguncang sistem dan membawa perubahan besar—benar-benar seperti cabai rawit: kecil, tapi pedas.

Di bidang lingkungan dan sosial juga begitu. Tokoh-tokoh muda seperti Greta Thunberg menunjukkan bahwa suara anak muda bisa menggema hingga tingkat dunia. Keberanian dan visinya bahkan mampu menggerakkan perubahan kebijakan global.

Di Minangkabau sendiri, banyak anak muda yang sudah bergerak memajukan daerah melalui seni, budaya, teknologi, maupun pendidikan. Merekalah representasi nyata dari “lado kutu”—walau kadang tak terlalu dikenal, namun mereka punya pengaruh besar.

Peran Orang Tua dan Masyarakat dalam Menumbuhkan Semangat “Ketek-Ketek Lado Kutu”

Agar pepatah ini tidak hanya menjadi kata-kata indah, peran keluarga dan lingkungan sangatlah penting. Orang tua perlu menanamkan kepercayaan diri sejak dini kepada anak-anak. Anak-anak perlu diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, mengambil keputusan, dan berani mencoba hal-hal baru. Masyarakat juga perlu membangun budaya yang mendorong keberanian dan kreativitas, tanpa membatasi berdasarkan usia, status sosial, atau latar belakang.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Contohnya, dalam musyawarah adat atau kegiatan nagari, anak muda harus diberi tempat untuk bicara dan berkontribusi. Dalam dunia pendidikan, guru dan sekolah harus mampu menggali potensi siswa—bukan hanya dari nilai, tapi dari kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan empati.

Membangun Generasi Lado Kutu di Masa Depan

Semangat “ketek-ketek lado kutu” bisa menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang tangguh dan berdaya saing. Di tengah derasnya arus globalisasi, generasi muda Minang harus terus mengasah kemampuan, berani tampil, dan menjaga jati diri. Mereka bisa menjadi tokoh penting yang membawa identitas Minang ke kancah nasional maupun internasional.

Pendidikan karakter berbasis adat dan nilai lokal perlu dikuatkan—bukan hanya mempelajari adat sebagai pelajaran, tapi menghidupinya dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Sehingga pepatah seperti “ketek-ketek lado kutu” tidak hanya dihafal, tapi menjadi prinsip hidup yang nyata.

“Ketek-Ketek Lado Kutu” sebagai Inspirasi Budaya Populer

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH