IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pepatah Ketek-Ketek Lado Kutu, Konteks dan Relevansinya Sekarang

Foto Avina Amanda
Ilustrasi Pepatah Ketek-Ketek Lado Kutu,  Konteks dan Relevansinya Sekarang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

MASYARAKAT Minangkabau dikenal kaya akan budaya dan adat yang diwariskan turun-temurun. Salah satu bentuk kearifan lokal itu adalah pepatah-petitih, yakni ungkapan tradisional yang sarat makna dan nasihat. Salah satu pepatah yang menarik untuk dibahas adalah “ketek-ketek lado kutu.” Walaupun terdengar ringan, ungkapan ini menyimpan makna yang dalam tentang cara pandang orang Minang terhadap potensi, keberanian, dan kekuatan dalam diri seseorang.

Makna Secara Harfiah dan Kiasan

Kalau diterjemahkan secara langsung, “ketek-ketek lado kutu” berarti “kecil-kecil cabai rawit.” Dalam bahasa Minang, “ketek” artinya kecil, sedangkan “lado kutu” adalah cabai rawit—cabai yang walaupun kecil, tapi sangat pedas.

Namun, pepatah ini tidak hanya berbicara soal ukuran cabai. Secara kiasan, pepatah ini menggambarkan seseorang atau sesuatu yang tampak kecil atau lemah dari luar, namun ternyata memiliki kekuatan, ketegasan, atau pengaruh yang besar. Ini bisa menggambarkan anak-anak, remaja, orang bertubuh mungil, bahkan ide-ide sederhana yang mampu membawa dampak besar.

Fungsi dalam Masyarakat Minangkabau

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Di kehidupan masyarakat Minang, pepatah ini sering dipakai untuk memuji anak-anak atau orang muda yang memiliki kemampuan luar biasa, keberanian, atau kecerdasan yang tidak biasa untuk usianya.

Masyarakat Minang memang sangat menghargai kemampuan dan keberanian, bukan sekadar usia atau tampilan luar. Dalam adat, siapa pun yang punya pikiran tajam dan bisa bersikap bijak akan dihormati, meskipun masih muda. Jadi, ungkapan “ketek-ketek lado kutu” adalah bentuk pengakuan atas kualitas tersebut.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Di Dunia Pendidikan: Anak SMP yang mampu memenangkan lomba debat tingkat nasional sering disebut “ketek-ketek lado kutu”. Usianya muda, tapi pemikirannya tajam.

2. Di Dunia Organisasi atau Politik: Pemuda yang dipercaya memimpin sebuah organisasi dan bisa mengayomi anggotanya yang lebih tua, juga layak disebut demikian.

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH