Namun demikian, guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi sangat menyadari perlunya video belajar digital buatan guru tersebut untuk mendukung penyelenggaraan pembelajaran baik untuk pembelajaran daring Bahasa Indonesia pada masa pandemi Covid-19 ini maupun untuk pembelajaran Bahasa Indonesia pada masa pascapandemi Covid-19 yakni pembelajaran berbasis teknologi digital. Berkaitan dengan pemanfaatan video pembelajaran di sekolah, video pembelajaran memberikan kemudahan pada siswa untuk memahami materi yang diberikan, dibandingkan dengan hanya menggunakan buku dan metode ceramah saja (Juliana et al., 2016). Video pembelajaran sangat diperlukan pada masa kini karena subjek didik lebih tertarik menggunakan media berupa video dalam pembelajaran dan hal ini adalah karena video pembelajaran dapat menampilkan gambar, teks dan suara sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik (Agustiningsih & Pamungkas, 2018). Jadi, video belajar digital memiliki kelebihan karena adanya perpaduan antara gambar, teks, dan suara.
Pembuatan dan pemanfaatan video belajar digital bagi guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi diperlukan karena media video belajar digital dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi proses pembelajaran seperti: (a) mengatasi jarak dan waktu; (b) mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat; (c) dapat membawa siswa berpetualang dari negara satu ke negara lainnya, dan dari masa yang satu ke masa yang lain; (d) dapat diulang-ulang bila perlu untuk menambah kejelasan; (e) pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat; (f) mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa; (g) mengembangkan imajinasi; (h) memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan yang lebih realistic; (i) mampu berperan sebagai media utama untuk mendokumentasikan realitas sosial yang akan dibedah di dalam kelas; (j) mampu berperan sebagai storyteller yang dapat memancing kreativitas siswa dalam mengekspresikan gagasannya (Munadi, 2010).
Karakteristik media video yang digunakan sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut: (a) video mampu memperbesar obyek yang kecil, terlalu kecil bahkan tidak dapat dilihat secara kasat mata/mata telanjang, misalnya mikro organism dalam tubuh dapat dengan jelas terampilan oleh kamera dan dapat dilihat di televise/video; (b) dengan teknik editing obyek yang dihasilkan dengan pengambilan gambar oleh kamera dapat diperbanyak (cloning); (c) video juga mampu memanipulasi tampilan gambar, sesekali obyek perlu diberikan manipulasi tertentu sesuai dengan tuntutan pesan yang ingin disampaikan sebagai contoh obyek-obyek yang terjadi pada masa lampau dapat dimanipulasi digabungkan dengan masa sekarang; (d) video mampu membuat obyek menjadi still picture artinya gambar/obyek yang ditampilkan dapat disimpan dalam durasi tertentu dalam keadaan diam; (e) daya tariknya yang luar biasa video mampu mempertahankan perhatian siswa/audien yang melihat video tersebut dan hasil penelitian menunjukkan siswa bisa bertahan lebih lama hingga 1-2 jam untuk menyimak video dengan baik dibandingkan dengan mendengarkan saja yang mampu bertahan dalam waktu 25-30 menit saja; (f) video mampu menampilkan obyek gambar dan informasi yang paling baru, hangat dan aktual atau kekinian (Riyana, 2007).
Berkaitan dengan dampak dan perlunya penggunaan video pembelajaran, sumber belajar yang hanya berupa buku teks dilengkapi dengan bahan ajar berbentuk ensiklopedi, modul dan LKS yang berisi kumpulan soal ternyata tidak memberi pengalaman menyelesaikan masalah sehari-hari dan dan penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah karena media pembelajaran belum sesuai dengan kebutuhan; dan untuk itu dibutuhkan media yang dapat menfasilitasi siswa memecahkan masalah sehari-hari berupa video belajar digital (Novisya & Desnita, 2020).
Selain itu, oleh karena video pembelajaran digital adalah media pembelajaran yang akan terdokumentasi dengan sangat lama, penggunaan bahasa Indonesia yang baik oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi juga perlu perhatian utama dalam kegiatan pengabdian ini. Untuk itu, penguasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik di dalam oleh guru di dalam video belajar digital yang dihasilkan juga harus ditingkatkan. Penggunaan Bahasa Indonesia secara lisan dan tulis seperti ejaan, pilihan kosa kata baku, pilihan kata, pelafalan/penyampaian materi harus dikuasai oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi (Ermanto & Emidar, 2018).
Keterampilan menyusun materi digital dan membuat video belajar digital yang menarik serta menggunakannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kota Bukittinggi tersebut adalah berikut ini. (1) Keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi). (2) Keterampilan menggunakan video belajar digital buatan guru baik untuk pembelajaran secara daring maupun pembelajaran tatap muka. (3) Keterampilan (a) merekam penyajian pembelajaran oleh guru baik menggunakan kamera telepon seluler guru maupun (b) merekam penyajian pembelajaran oleh guru menggunakan laptop dengan aplikasi perekam pada laptop. (4) Keterampilan mengedit atau menyunting video rekaman pembelajaran dengan aplikasi kinemaster. (5) Keterampilan membuat video intro (video pembuka) dan video outro (video penutup) untuk video belajar digital dengan aplikasi kinemaster. (6) Keterampilan membuat/memilih dan memasukkan 7ande latar untuk video belajar digital dengan aplikasi kinemaster. (7) Keterampilan membuat atau menyunting video belajar digital sebagai satu kesatuan utuh dengan aplikasi kinemaster.
Luaran keterampilan membuat video belajar digital yang dikuasai guru ini dapat diukur secara kuantitatif seperti berikut ini. (1) Keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi) harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (2) Keterampilan menggunakan video belajar digital buatan guru baik untuk pembelajaran secara daring maupun pembelajaran tatap muka harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (3) Keterampilan merekam penyajian pembelajaran oleh guru baik menggunakan kamera telepon seluler guru maupun merekam penyajian pembelajaran oleh guru menggunakan laptop dengan aplikasi bandicam harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (4) Keterampilan mengedit atau menyunting video rekaman pembelajaran dengan aplikasi kinemaster harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (5) Keterampilan membuat video intro (video pembuka) dan video outro (video penutup) untuk video pembelajaran digital dengan aplikasi kinemaster harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (6) Keterampilan membuat/memilih dan memasukkan 7ande latar untuk video pembelajaran digital dengan aplikasi kinemaster harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%-100%). (7) Keterampilan membuat atau menyunting video pembelajaran digital sebagai satu kesatuan utuh dengan aplikasi kinemaster harus dikuasai guru secara kuantitatif (90%- 100%).
Hasil kemampuan rata-rata keterampilan guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi adalah 95 persen dan telah membuat karya video pembelajaran yang dipublikasikan pada akun youtubenya.
Setelah terampil membuat video belajar digital ini, guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat juga sudah terampil mengimplementasikannya untuk membuat video pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya. Video pembelajaran digital yang dibuat oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat sangat penting untuk peningkatan pembelajaran pada masa teknologi digital saat ini dan untuk masa datang. Hasil penelitian pengembangan yang dilakukan Carolin, Astra, Suwiwa (2020) menunjukkan bahwa penggunaan media video belajar digital menjadi media interaktif yang dapat menarik minat peserta didik sehingga tidak merasa bosan dan jenuh serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik (Carolin et al., 2020). Hasil penelitian Sulistiani, Suminto, Suningsih (2021) menunjukkan bahwa pembelajaran daring dengan menggunakan media group WhatsApp dengan intervensi video pembelajaran lebih baik dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar serta dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 ini (Sulistiani et al., 2021). Hasil penelitian Rahmawati & Hanifah (2021) menunjukkan bahwa penerapan penggunaan video pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan disarankan guru yang akan menggunakan video pembelajaran, sebaiknya guru harus memperhatikan waktu pembuatan video pembelajaran, karena pembuatan video memerlukan waktu yang 10andemic lama untuk benar-benar layak ditampilkan ke peserta didik. Hasil penelitian Machfud (2021) memperlihatkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan media video pembelajaran oleh guru telah berjalan dengan baik serta media berupa video pembelajaran efektif digunakan pada masa pandemi Covid-19, karena memudahkan pendidik dalam mengajarkan materi yang perlu adanya penjelasan serta memudahkan peserta didik memahami materi pembelajaran. Hasil penelitian Nuritha & Tsurayya (2021) menyatakan bahwa video pembelajaran berbantuan geogebra efektif digunakan sebagai media atau alat bantu siswa dalam melakukan pembelajaran matematika yang mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa.







