IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pengembangan Video Belajar Teknologi Digital bagi Guru MGMP SMP Kota Bukittinggi

Foto Ermanto, Zulfadli, Dini Faisal (Universitas Negeri Padang)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Pendahuluan

Pada masa pandemi Covid-19 dan pada masa kemajuan teknologi digital ini, secara umum pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan berbagai aplikasi seperti google meet, google classroom, WhatsApp, google form, dan lain. Namun, seperti diakui beberapa anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, pembelajaran menggunakan aplikasi seperti ini yang hanya digunakan untuk mengirimkan materi yang harus dibaca siswa dan siswa diminta mengerjakan tugas-tugas. Pembelajaran seperti ini tentulah cenderung membosankan para siswa karena tidak variatif dan tidak adanya penjelasan guru menggunakan video belajar digital buatan guru yang menarik.

Permasalahannya adalah guru-guru atau anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi perlu (1) keterampilan keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan

mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi) dan (2) guru- guru atau anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi belum memiliki keterampilan yang memadai untuk membuat video belajar yang baik sesuai kebutuhan pembejalaran. Padahal pada masa pandemi dan pascapandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi digital masa kini dan perspektif masa depan, pembelajaran daring dan pemanfaaatan video belajar secara digital perlu digunakan. Untuk meningkatkan keterampilan membuat video belajar digital oleh guru-guru dilakukan suatu solusi pelatihan dan pendampingan pembuatan video belajar digital sesuai dengan kebutuhan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP bagi guru- guru di Kota Bukittinggi. Hal itu karena penggunaan video belajar digital sudah merupakan tuntutan yang mendesak dan perlu bagi guru-guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi yang terhimpun dalam wadah organisasi MGMP Bahasa Indonesia.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Rina Devira (Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi), guru Bahasa Indonesia anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi membutuhkan keterampilan yang memadai untuk membuat video belajar digital yang khususnya digunakan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia. Apalagi nantinya bisa pula dimanfaatkan oleh guru dan siswa SMP lainnya di Indonesia karena bisa diunggah di aplikasi media sosial youtube. Berdasarkan penelusuran, untuk masa tiga tahun terakhir penelitian ataupun kegiatan pelatihan keterampilan membuat video belajar digital Bahasa Indonesia yang dibuat dan digunakan guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi belum ditemukan. Beberapa kegiatan penelitian ataupun kegiatan pelatihan keterampilan dalam pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kota Bukittinggi adalah penelitian tentang kesantunan berbahasa siswa dengan guru bahasa Indonesia melalui media sosial WhatsApp di SMP Negeri 2 Bukittinggi (Marlen & Atmazaki, 2020), penelitian tentang dampak pembelajaran dari masa pandemi Covid-19 terhadap motivasi belajar siswa SMP di Kota Bukittinggi (Robandi & Mudjiran, 2020). Artinya, kajian dan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan membuat video belajar digital belum dilakukan atau belum diikuti oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Berdasarkan wawancara dengan beberapa guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi melalui telepon seluler (per tanggal 20--24 Januari 2022) terungkap beberapa permasalahan pokok dengan pembelajaran daring dan khususnya pembelajaran daring Bahasa Indonesia di SMP Kota Bukittinggi. (1) Pembelajaran daring oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi belum terlaksana secara maksimal karena masih ada keterbatasan perangkat telepon seluler bagi siswa. (2) Pembelajaran menggunakan aplikasi google meet, google classroom, WhatsApp, google form, dan lain ini yang hanya digunakan untuk mengirimkan materi yang harus dibaca siswa dan mengerjakan tugas-tugas cenderung membosankan para siswa. (3) Sebagian kecil siswa cenderung pasif dalam menyelesaikan tugas-tugas yang mungkin disebabkan tidak adanya penjelasan guru yang memadai secara lisan. (4) Guru-guru belum menggunakan video pembelajaran digital buatan sendiri dalam pembelajaran daring karena belum memiliki keterampilan yang memadai. (5) Guru-guru belum memiliki keterampilan yang memadai untuk membuat video pembelajaran digital yang baik dan menarik untuk digunakan dalam pembelajaran daring. Demikianlah beberapa persoalan penting yang dihadapi oleh guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi dalam pelaksanaan pembelajaran daring sebagai akibat pandemi covid-19 ini. Namun guru-guru sudah mulai menyadari bahwa keterampilan menggunakan teknologi digital tidak hanya diperlukan untuk pembelajaran pada masa pandemi covid-19, tetapi juga diperlukan untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka ataupun untuk penyelenggaran pembelajaran secara daring pascapandemi covid-19 nantinya sesuai perspektif masa depan dengan pemanfaatan kemajuan teknologi digital.

Berdasarkan uraian analisis situasi di atas, dapat dijelaskan bahwa permasalahan mitra (MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi) dalam layanan pendidikan atau pembelajaran daring dan penggunaan teknologi digital adalah sebagai berikut: (1) perlunya keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi); (2) perlunya pengembangan keterampilan membuat media pembelajaran digital khususnya keterampilan membuat video belajar digital dan keterampilan memanfaatkan video belajar buatan sendiri dalam kegiatan pembelajaran.

Berkaitan dengan masalah pengembangan media pembelajaran dan penggunaannya dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dan masa teknologi digital, pemanfaatan dan pembuatan video belajar digital sudah seharusnya dilakukan guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi. Dalam dua tahun terakhir ini yakni pada masa pandemi Covid- 19 dan masa kemajuan teknologi digital di Indonesia, pengembangan video belajar digital sudah dilakukan oleh guru-guru SMP dalam mata pelajaran Olahraga (Carolin et al., 2020), dalam mata pelajaran Matematika (Nuritha & Tsurayya, 2021; Rahmawati & Hanifah, 2021; Sulistiani et al., 2021), dalam mata pelajaran IPA (Mutia et al., 2018). Selain itu penelitian yang menunjukkan dampak positif menggunakan video belajar digital pada pembelajaran di SMP juga sudah dilakukan peneliti (Efendi et al., 2021; Fitriani et al., 2020; Machfud, 2021). Penggunaan video belajar digital di Sekolah Dasar di Indonesia juga juga menunjukkan manfaat positif (Ilsa et al., 2020; Kurniawan et al., 2018; Novita et al., 2019; Prananda, 2020; Suryansah & Suwarjo, 2016; Yuanta, 2020). Pengembangan dan penggunaan video belajar digital di SMA dan SMK juga menunjukkan manfaat positif bagi siswa (Agustini & Ngarti, 2020; Kiswanto et al., n.d.; Wisada et al., 2019).

Namun demikian, permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah (1) permasalahan pertama, guru-guru atau anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi perlu keterampilan menyusun materi pembelajaran digital dan mencari sumber-sumber materi pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tuntutan kemajuan teknologi digital (masalah substansi) dan (2) permasalahan kedua, guru-guru MGMP (Musyawarah Guru Mata pelajaran) Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat belum memiliki keterampilan yang memadai untuk membuat video belajar yang baik sesuai kebutuhan pembejalaran (masalah teknik video digital). Artinya, guru-guru anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi perlu keterampilan menyusun materi belajar digital dan perlu memiliki keterampilan yang baik tentang penguasaan teknologi digital seperti aplikasi pengeditan video kinemaster, teknik perekaman menggunakan telepon seluler, teknik menyusun materi untuk video belajar dan keterampilan lainnnya untuk membuat video belajar digital tersebut.

B. Pembahasan

Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH