PADANG PANJANG - Siapa yang tidak tahu dengan pical. Makanan ini biasanya terdiri dari lontong dan aneka sayuran seperti taoge, kacang panjang, irisan kol dan daun singkong serta mie yang disiram dengan bumbu sambal kacang.
Bagi masyarakat Padang Panjang, pical biasanya disantap untuk mengisi kekosongan perut dipagi hari. Banyak sekali pedagang pical yang terdapat di kota Padang Panjang baik itu di warung ataupun menggunakan gerobak.
Salah satu penjual pical yang cukup populer di Kota Padang Panjang adalah Suparti atau yang biasa dikenal dengan panggilan Mbak Par. Wanita berusia 38 tahun ini cukup lama berdagang pical.
Mbak Par sudah berjualan pical sejak tahun 1994 sampai sekarang. Pada tahun 1994 mbak par berjualan di dekat SD Komplek Guguk Malintang dan pada tahun 2001 Mbak Par pindah berjualan ke Jl. Dr. A. Riva'I atau lebih tepatnya di belakang SMPN 5 Padang Panjang.
Biasanya Mbak Par berjualan dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore tetapi pada saat sebelum pandemi ini dagangannya sudah ludes sebelum jam 3.
"Untuk persiapan dagangan seperti lontong, sayuran, mie dan bakwan, saya sudah mulai dari jam 3 subuh" ungkapnya. Ia dibantu oleh suami dan anaknya dalam mempersiapkan seluruh dagangannya tersebut hingga selesai. Untuk resep bumbu sambal kacang, biasanya mbak Par yang meracik sendiri.
Harga pical yang ditawarkan oleh Mbak Par cukup terjangkau yaitu berkisar dari Rp. 3000 sampai Rp. 10.000 saja.
Harga ini bisa dibilang cukup terjangkau di kantong pelajar dan masyarakat umum dan ditambah dengan bakwannya yang gurih dan renyah cukup menambah seribu rupiah saja per bakwannya.
Selain bakwan juga terdapat kerupuk ubi yang disediakan sebagai tambahan untuk memakan picalnya yang enak.
Editor :






