PAYAKUMBUH - Petani Cabe mengeluhkan harga cabe yang anjlok di dua pekan terakhir. 15 hari lalu, cabe petani masih dibeli oleh pedagang perantara 22.000/kg. Kemarin 10/4/20 dan hari ini turun diangka 13.000/kg.
Pedagang perantara dan pedagang pengecer menyebut, turunnya harga cabe akibat pasar-pasar tradisional yang sepi pembeli.
"Indak ado masyarakat datang ka pasa. Langang, caliak dek apak," ucap pedagang pengecer di Pasar Ibuh, Kota Payakumbuh, seperti diungkapkan pedagang pengumpul kepada para petani yg ber tanya2, tentang harga cabe anjlok.
Di tengah harga cabe anjlok. Justru harga pestisida naik. Pestisida umumnya barang inpor Cina.Harga tomat pun anjlok 1.500/kg di tangan pedagang pengumpul yg datang ke ladang2 petani. Terung tauco yang dua pekan lalu diangka 5.000/kg dibeli pedagang perantara. Hari ini anjlok ke angka 3.500/kg. Harga jagung manis, jagung konsumsi juga turun diangka 1.500/kg. Biasanya diangka 3.000-3.5000/kg.
"Harga komoditi sayuran turun dipicu oleh sepinya pengunjung pasar," kata pedagang.
"Pasar sayur teramai setiap malam. Buka sedari pukul 20.00 dan tutup sebelum subuh. Kini terlihat sepi oleh calon pembeli partai besar," ujarnya.
Pasar sayur ini didatangi oleh pedagang sayur dari daerah Bagansiapiapi, Tembilahan, Rengat, Lirik hingga Carenti. Bahkan oleh pedagang sayur dari Duri, Siak, Buton sampai ke Tanjung Balai Karimun.
Petani, pedagang pengumpul, pedaga perantara berharap, Virus Corona (Covid-19) segera berlalu dan berhenti menyebar. Salah satu sebab pasar lengang, tentu berdampak pula terhadap ekonomi rakyat. AD/MR
Editor : Berita Minang






