Padang —Sanggar Kilau Aksara bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat menyelenggarakan Workshop Penulisan “Revitalisasi Cerita Rakyat Minangkabau melalui Workshop Penulisan Ulang Berbasis Prosa Sastra untuk Penguatan Ekosistem Literasi Budaya”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 20–21 Juni 2026 ini diikuti oleh lima belas peserta dari berbagai kalangan yang memiliki minat terhadap sastra dan budaya Minangkabau.
Workshop yang dilaksanakan di Sanggar Kilau Aksara, Jalan Griya Mawar Sembada A/7, Lapai, Kota Padang, menghadirkan dua sastrawan Sumatera Barat, yakni Gus tf Sakai dan Yusrizal KW sebagai pemateri utama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan cerita rakyat Minangkabau agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari sastrawan Yusrizal KW mengenai pentingnya mengenal kembali kekayaan cerita rakyat Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah.
Selain itu, orang-orang tua, seperti nenek atau kakek para Gen Z juga sudah tidak menceritakan lagi cerita rakyat yang mereka ketahui. Agar cerita rakyat tersebut tidak hilang, Yusrizal KW menyatakan bahwa perlu diceritakan kembali, tapi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Gen Z dan dengan gaya bercerita yang paling dekat dengan generasi masa kini.
Editor : Marjeni Rokcalva






