Pria lulusan SMP Frater Padang itu mulai menekuni angkat berat sejak usia muda dan hanya membutuhkan satu tahun latihan sebelum tampil di Pra-PON 1984.
Pada PON XI tahun 1985 di Jakarta, Hok Seng sukses mempersembahkan medali emas untuk Sumatera Barat. Karier internasionalnya berlanjut setelah lolos seleksi nasional di Surabaya.
Tahun 1987 di Lima, Peru, ia meraih medali emas dunia. Prestasi itu kembali dipertahankan pada 1988 di Luksemburg. Di Jerman, Hok Seng juga mencatatkan rekor deadlift 226 kilogram yang mengukuhkan namanya di dunia angkat berat.
Setelah pensiun, kehidupan Hok Seng jauh dari sorotan. Demi menghidupi keluarganya, ia menjalani berbagai pekerjaan serabutan, mulai dari membantu pengurusan surat kendaraan di Samsat hingga melatih atlet angkat berat.
Editor : Marjeni Rokcalva






