Ia menjelaskan, kerusakan akibat bencana menyebabkan terganggunya layanan air bersih masyarakat di beberapa kecamatan.
“Bencana akhir tahun lalu menyebabkan kerusakan fasilitas umum, termasuk jaringan distribusi air bersih,” ujarnya.
Dia menjelaskan, total anggaran penanganan SPAM pascabencana tahun 2026 mencapai sekitar Rp80 miliar.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Anggaran tersebut dialokasikan untuk tiga lokasi utama, yakni SPAM IKK Talamau/Batang Sopan sebesar Rp42 miliar, SPAM IKK Luhak Nan Duo/Batang Kuini Rp23,5 miliar dan SPAM IKK Ranah Batahan/Batang Batahan Rp10,7 miliar.Menurutnya, kegiatan tersebut mencakup sektor air bersih dan sanitasi. Sementara pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh PT Nindya Karya.
Editor : Ade MS






