Sebenarnya, Pak Ice punya anak dari pernikahan dengan istri pertamanya yang sudah meninggal. Dia juga punya anak sambung yang dianggap seperti anak kandung, dari pernikahan dengan Resmita asal Jorong Tangah, Situjuah Batua.
Semua kakak-kakak Mursida itu sering direpotkan Pak Ice dan Resmita. Setiap bulan, mereka kirim bantuan. Padahal, mereka sudah punya keluarga dan tanggungan pula. "Tentu, berat bagi kami, terus meminta," kata Resmita, istri Pak Ice,
Dalam kondisi ini, Pak Ice hampir menyerah. Sempat bilang kepada Mursida atau Sissyi, menunda dulu cita-citanya. Sebab, Sissy tahu, jika mundur tahun ini, bukan hanya dia saja yang rugi. Adik-adiknya di MAN 2 Payakumbuh yang ingin kuliah lewat jalur prestasi di Unand, tentu akan terblokir hingga tahun-tahun berikutnya.
Saat bingung memikirkan biaya kuliah Sissy, Pak Ice sholat tahajud. Mengadu kepada Allah SWT. "Usai tahajud, saya tidur. Lalu, tiga hari berturut, bermimpi dengan mendiang Pak Wali Datuak Tan Marajo. Hari ketiga, usai sholat dhuha, saya cari Fajar Vesky, anak mendiang pak wali, untuk menceritakan masalah saya," kata Pak Ice.
Editor : Medio Agusta






