Panitia mencatat 48 siswa dari SD/MI negeri dan swasta ambil bagian, menandakan tingginya antusiasme sekolah dalam mendukung penguatan literasi berbasis budaya lokal.
“Cerita rakyat yang dibawakan anak-anak tidak sekadar hiburan, tetapi juga sarat nilai moral dan pendidikan karakter,” ujar Wakil Bunda Literasi Payakumbuh, Ny. Yeni Elzadaswarman, yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan itu.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh merancang lomba ini sebagai bagian dari strategi membangun masyarakat literat sekaligus menggali potensi anak dalam seni bertutur.
“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan baik,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan.
Editor : Medio Agusta






