Lebih lanjut, Kunrat menyampaikan pihaknya terus mengembangkan pembinaan kepribadian dan keterampilan, termasuk program keagamaan seperti pesantren, sebagai bekal saat warga binaan kembali ke masyarakat.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Kami ingin, saat menjalani masa pidana hingga bebas nanti, mereka menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan memiliki karakter seperti santri. Buktikan bahwa kalian mampu berubah,” tutupnya. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat. (shintia/lex)
Editor : Marjeni Rokcalva






