“Ini bukti nyata bahwa Kota Payakumbuh melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menghidupkannya dalam hati serta karakter sehari-hari,” katanya.
Elzadaswarman mengaku bangga atas prestasi para siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an. Ia berharap program tahfizh tersebut terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya di Payakumbuh.
“Al-Qur’an di hati, karakter dalam diri, langkah pasti menuju masa depan Qur’ani. Ini fondasi penting untuk membangun Payakumbuh yang berkah,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan bercocok tanam dapat melatih kemandirian sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekolah.
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta





