Helmi mengungkapkan bahwa cadangan listrik Sumatera Barat saat ini hanya sekitar 3 persen, jauh di bawah batas aman sebesar 20 persen. Dengan rencana pensiun PLTU Ombilin dan PLTU Teluk Sirih, pemerintah membutuhkan sumber energi pengganti yang stabil.
“Geotermal menjadi salah satu opsi karena mampu beroperasi sebagai base-load seperti PLTU. Namun, prosesnya harus dikawal bersama agar tetap adil dan berkelanjutan,” katanya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Diskusi ini menegaskan bahwa krisis iklim di Sumatera Barat bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan keadilan sosial, tata kelola kebijakan, dan masa depan pembangunan daerah. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar transisi energi tidak meninggalkan kelompok rentan. (***)
Editor : Marjeni Rokcalva







