IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pakar UNP Dorong Roadmap Terpadu Pemulihan Ekonomi Pascabencana Sumatera

Akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D. Foto: Humas UNP
Akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D. Foto: Humas UNP
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Pada aspek tata kelola, Prof. Asmar menyoroti pentingnya optimalisasi model kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Ia menilai selama ini banyak program berjalan sendiri-sendiri sehingga dampaknya kurang maksimal. Pemerintah daerah diharapkan memfasilitasi mekanisme kolaborasi lintas sektor yang jelas, terstruktur, dan berkelanjutan, termasuk pembagian peran dan tanggung jawab yang tegas antar pemangku kepentingan.

Peran perguruan tinggi, lanjutnya, juga perlu diperkuat secara strategis melalui riset terapan, pengabdian masyarakat, serta pendampingan UMKM. Namun ia menegaskan, dukungan pemerintah tetap diperlukan melalui regulasi yang memudahkan kolaborasi serta memastikan keberlanjutan program. Ia juga mengingatkan pentingnya sistem monitoring dan evaluasi kebijakan yang ketat agar bantuan dan program pemulihan tidak berhenti pada tahap penyaluran saja.

“Modal itu tidak kita berikan begitu saja, tetapi harus dimonitor dan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan,” tegasnya. Menurutnya, skema pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan tetap dibutuhkan sebagai bagian dari strategi jangka pendek hingga panjang, meskipun perubahan pola pikir masyarakat dalam berwirausaha juga menjadi faktor penting.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ia menambahkan, pemulihan ekonomi pascabencana harus dipandang sebagai momentum transformasi ekonomi daerah menuju sistem yang lebih tangguh dan berkelanjutan. “Mindset masyarakat kita untuk memulai usaha memang sering memikirkan modal uang terlebih dahulu. Karena itu, dukungan pembiayaan tetap penting, tetapi harus disertai penguatan kapasitas dan pendampingan,” pungkasnya.

Diketahui kondisi ekonomi di wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat dinilai mengalami tekanan serius akibat terganggunya aktivitas produksi, distribusi, hingga menurunnya daya beli masyarakat. Dampak tersebut diperparah oleh kondisi ekonomi yang sebelumnya belum sepenuhnya pulih pascapandemi, sehingga memperburuk situasi sosial dan ekonomi masyarakat di daerah terdampak. (Utr/Humas UNP)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777