IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pemko Padang Panjang Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Lingkungan Sekolah

Suasana Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Padang Panjang, Ahad (26/4/2026). Foto: Kominfo Padang Panjang
Suasana Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Padang Panjang, Ahad (26/4/2026). Foto: Kominfo Padang Panjang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Pemerintah Kota terus mendorong terbentuknya budaya siaga bencana sejak dini, salah satunya melalui lingkungan sekolah. Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi mitigasi bencana kepada generasi muda, yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Padang Panjang, Ahad (26/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, membangun budaya tangguh harus dimulai dari kesadaran kolektif seluruh elemen, termasuk dunia pendidikan.

“Kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, seluruh unsur dan komponen masyarakat,” ujarnya.

Wawako Allex menekankan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang sadar terhadap risiko bencana. Ia mendorong seluruh satuan pendidikan untuk memperkuat program Satuan Pendidikan Aman Bencana melalui simulasi rutin, edukasi mitigasi, dan penyediaan sarana keselamatan yang memadai.

“Kita ingin seluruh ruang publik, khususnya sekolah, memiliki kesiapan dan prosedur yang jelas dalam menghadapi bencana. Anak-anak harus dibekali pengetahuan agar mampu menyelamatkan diri dan membantu sesama saat terjadi kondisi darurat,” katanya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kesbangpol Dian Eka Purnama menyampaikan, secara geografis Padang Panjang memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi dan beragam. Mulai dari gempabumi, letusan gunung api, cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, kebakaran, hingga kedaruratan non-alam.

“Bencana bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan. Namun dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan sistem respons yang baik,” jelasnya.

Ia berharap melalui peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat, sehingga Padang Panjang dapat menjadi daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan risiko di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala OPD, camat, jajaran BPBD Kesbangpol, serta pihak terkait lainnya. (rifki/lex)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777