IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pakar UNP Dorong Roadmap Terpadu Pemulihan Ekonomi Pascabencana Sumatera

Akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D. Foto: Humas UNP
Akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D. Foto: Humas UNP
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Revitalisasi ekonomi pascabencana dinilai tidak cukup dilakukan melalui program bantuan sesaat. Akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D., menekankan pentingnya penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi yang terpadu, berbasis data, serta berorientasi jangka panjang guna mengembalikan daya tahan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

Pakar entrepreneurship UNP yang juga Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan itu menilai, kondisi ekonomi masyarakat pascabencana kerap memburuk karena hilangnya sumber pendapatan dan melemahnya aktivitas usaha lokal. Oleh sebab itu, pemerintah daerah didorong menyusun roadmap pemulihan ekonomi berbasis data dampak bencana sekaligus memetakan secara rinci potensi lokal serta kebutuhan riil masyarakat terdampak.

“Pemerintah perlu menyusun peta jalan pemulihan ekonomi pascabencana berbasis data dampak. Ini penting sekali,” ujarnya kepada wartawan pada konfrensi pers "kata Pakar" yang digagas Humas UNP, Jumat (30/1/2025). Menurutnya, pemetaan tersebut harus menjadi pondasi dalam menentukan arah kebijakan ekonomi jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam roadmap tersebut, penguatan sektor UMKM dan ekonomi berbasis komunitas menjadi salah satu strategi utama. Kebijakan pemerintah daerah diharapkan fokus pada penyediaan akses permodalan yang terukur, pendampingan usaha berkelanjutan, serta penguatan lembaga ekonomi lokal seperti koperasi. Ia menilai, tanpa penguatan sektor akar rumput, pemulihan ekonomi hanya akan bersifat sementara.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mengembangkan program padat karya yang diintegrasikan dengan kewirausahaan sosial. Menurutnya, program pemulihan jangka pendek harus dirancang agar mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang melalui usaha produktif yang sekaligus menjawab persoalan sosial masyarakat terdampak. “Tujuan kewirausahaan sosial ini tidak hanya benefit saja, tetapi juga menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat,” jelasnya.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777