PADANG - Revitalisasi ekonomi pascabencana dinilai tidak cukup dilakukan melalui program bantuan sesaat. Akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D., menekankan pentingnya penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi yang terpadu, berbasis data, serta berorientasi jangka panjang guna mengembalikan daya tahan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
Pakar entrepreneurship UNP yang juga Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan itu menilai, kondisi ekonomi masyarakat pascabencana kerap memburuk karena hilangnya sumber pendapatan dan melemahnya aktivitas usaha lokal. Oleh sebab itu, pemerintah daerah didorong menyusun roadmap pemulihan ekonomi berbasis data dampak bencana sekaligus memetakan secara rinci potensi lokal serta kebutuhan riil masyarakat terdampak.
“Pemerintah perlu menyusun peta jalan pemulihan ekonomi pascabencana berbasis data dampak. Ini penting sekali,” ujarnya kepada wartawan pada konfrensi pers "kata Pakar" yang digagas Humas UNP, Jumat (30/1/2025). Menurutnya, pemetaan tersebut harus menjadi pondasi dalam menentukan arah kebijakan ekonomi jangka pendek, menengah, hingga panjang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mengembangkan program padat karya yang diintegrasikan dengan kewirausahaan sosial. Menurutnya, program pemulihan jangka pendek harus dirancang agar mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang melalui usaha produktif yang sekaligus menjawab persoalan sosial masyarakat terdampak. “Tujuan kewirausahaan sosial ini tidak hanya benefit saja, tetapi juga menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat,” jelasnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






