“Materi yang kami berikan meliputi pengenalan kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, simulasi mitigasi bencana itu menjadi bagian krusial dalam kegiatan tersebut.
“Kami melatih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah, sehingga peserta memiliki gambaran nyata langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” katanya.
“Kami sangat terkesan karena kegiatan ini tergolong baru bagi warga sekolah kami, namun memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan,” ujarnya.
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta





