IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Menguatkan Musyawarah Nagari dalam Transisi Energi di Sumatera Barat

Ilustrasi PLTU
Ilustrasi PLTU
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

“Dengan keterlibatan yang luas, konflik horizontal antarwarga bisa dihindari. Proses pengambilan keputusan juga menjadi lebih transparan dan lebih mudah diterima masyarakat,” katanya.

Selain soal pelibatan masyarakat, Apriwan juga menyoroti pentingnya kejelasan distribusi manfaat dari proyek energi kepada masyarakat di sekitar wilayah proyek. Ia menilai pembagian manfaat tersebut perlu diatur secara lebih jelas agar masyarakat tidak hanya menanggung dampak dari proyek energi yang hadir di wilayah mereka.

Apriwan mencontohkan beberapa negara yang menerapkan mekanisme pembagian manfaat melalui skema koperasi komunitas.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Di beberapa negara, masyarakat diberi bagian melalui mekanisme koperasi, lalu dikelola untuk pembangunan komunitas. Ini berbeda dengan CSR. CSR memang kewajiban perusahaan, tetapi distribusi manfaat dari produksi energi seharusnya juga diatur dengan jelas,” ujarnya.

Menurutnya, aturan yang mengikat diperlukan agar pemerintah maupun perusahaan tidak lepas tangan terhadap hak masyarakat di sekitar proyek energi.

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH