Dalam skema pembinaan, KONI Sumbar juga mengelompokkan atlet dalam empat kategori, yakni atlet andalan, atlet prioritas, atlet potensial, dan atlet binaan.
Di kesempatan yang sama, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan bahwa program Pelatprov dirancang berbasis data hasil tes atlet agar pembinaan berjalan lebih terukur dan efektif.
“Pelatprov tidak lagi hanya berbasis asumsi, tetapi menggunakan data dari tes fisik, kesehatan, dan psikologi atlet. Dengan data tersebut, pelatih dapat merancang program latihan yang lebih tepat sasaran sehingga perkembangan atlet bisa dipantau secara objektif,” ujar Risky.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap fase latihan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan pemantauan rutin, kita bisa mengetahui perkembangan atlet sekaligus melakukan penyesuaian program latihan jika diperlukan,” pungkasnya. (jiga)
Editor : Marjeni Rokcalva






