Mahyeldi mengajak para pelaku UMKM memanfaatkan seluruh layanan yang tersedia, mulai dari konsultasi usaha, pembiayaan, pemasaran, hingga peningkatan kapasitas produksi. Pendampingan dilakukan secara langsung maupun daring, termasuk melalui Mobil Klinik UMKM yang menjangkau wilayah terdampak bencana.
Ia menegaskan, Pemprov Sumbar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, perbankan, OJK, Bank Indonesia, BUMN, serta mitra usaha lainnya. “Dengan dukungan semua pihak, kita wujudkan UMKM Sumatera Barat yang tangguh dan mandiri,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah melaporkan jumlah UMKM terdampak bencana di Sumbar. Berdasarkan catatannya, hingga 18 Januari 2026 tercatat 4.876 UMKM terdampak bencana, mereka tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sumbar.
“Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi menjadi stimulus penting bagi para pengusaha UMKM untuk memulai kembali usahanya,” ujarnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






