PADANG - Pimpinan universitas menyampaikan apresiasi kepada pelaksana Subuh Mubarak pada pagi ini yang memilih topik tentang ihsan dan hospitality dan tentu kita bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, yang diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi) dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (12/6) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Tingkatan memaafkan dengan 3 tingkat memaafkan dalam kehidupan, semoga dapat kita lakukan dan kita implementasikan pada tingkat ketiga dalam memaafkan seperti yang dijelaskan oleh Ustaz," Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si.
Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Jonli Romel, S.TP sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Pariwisata dan Perhotelan pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Jonli Romel, S.TP melalui ceramahnya bertopik "Implementasi Nilai-nilai Ihsan dan Hospitality untuk Meningkatkan Reputasi Institusi," menyampaikan bahwa ada tiga panggilan Allah yang harus kita penuhi yakni yang pertama panggilan azan yang merupakan 5 kali sehari semalam, yang kedua panggilan haji, dan yang ketiga panggilan kematian.
"Pada surat Al-Baqarah ayat 195, Allah menyampaikan perintah 'Dan berinfaklah di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dengan tanganmu sendiri, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik'," jelas Ustaz Jonli Romel, S.TP.
Lebih lanjut Ustaz Jonli Romel, S.TP menjelaskan bahwa umat Islam diperintahkan Allah untuk menafkahkan atau membelanjakan hartanya di jalan Allah. Ini mencakup zakat, sedekah, membantu fakir miskin, membangun fasilitas umum, dan mendukung syiar Islam.
"Keinginan seseorang untuk ditunda kematiannya agar bisa berinfak adalah penyesalan yang diabadikan dalam QS Al-Munafiqun ayat 10-11. Mereka memohon tambahan waktu agar dapat bersedekah dan menjadi orang saleh, namun Allah SWT menegaskan bahwa kematian yang telah ditetapkan waktunya tidak dapat ditunda," tambah Ustaz Jonli Romel, S.TP.
Pada kesempatan itu Ustaz Jonli Romel, S.TP juga menjelaskan seseorang yang lalai menunaikan hak hartanya semasa hidup akan memohon penundaan meski hanya sekejap saat ajal menjemput, agar bisa bersedekah dan berzakat serta ayat ini menjadi peringatan agar manusia bersegera berinfak dan bersedekah selagi masih hidup, sebelum kesempatan tersebut hilang.
"Ihsan secara harfiah adalah melakukan kebaikan atau memberikan yang lebih dari yang diwajibkan. Dalam Islam, ihsan melampaui konsep keadilan—ini berarti memberikan lebih dari hak orang lain dan memperlakukan sesama dengan jauh lebih baik daripada perlakuan yang mereka berikan kepada Anda," tukuk Ustaz Jonli Romel, S.TP.
Kata Ustaz Jonli Romel, S.TP, ihsan adalah menunaikan kewajiban dan hak secara utuh, namun menambahkan kelebihan (kebaikan ekstra) di dalamnya.
"Orang-orang yang berbuat ihsan adalah orang-orang yang merupakan kekasih Allah. Pelaku kebaikan yang disebut sebagai muhsin sangat dicintai dan dekat dengan Allah. Dalam Islam, ihsan adalah tingkatan tertinggi dalam agama yang mencakup ibadah, akhlak, dan hubungan sosial," jelas Ustaz Jonli Romel, S.TP. (ET)
Home
Berita
Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Implementasi Nilai-nilai Ihsan dan Hospitality untuk Reputasi Institusi
Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Implementasi Nilai-nilai Ihsan dan Hospitality untuk Reputasi Institusi
Berita Terkait






