“Satu UMKM bisa menghidupi hingga lima orang. Karena itu, pemulihan UMKM harus dilakukan secara cepat, fokus, dan serius,” tegasnya.
Menurut Helvi, kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan Satgas Pemulihan Dampak Bencana Nasional, kementerian terkait, serta pemerintah daerah. Ia juga mengapresiasi Pemprov Sumbar dan pemerintah kabupaten/kota atas kecepatan pemulihan pascabencana.
“Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, Sumatera Barat termasuk daerah dengan tingkat pemulihan tercepat dibanding wilayah terdampak bencana lainnya. Semangat yang sama kami dorong agar tercermin pula dalam pemulihan sektor UMKM,” ungkapnya.
“UMKM Minangkabau memiliki DNA kewirausahaan yang kuat. Mereka tidak lagi diajari cara berdagang, tetapi mereka kita fasilitasi agar bisa kembali berdagang dan berkembang,” katanya.
Editor : Marjeni Rokcalva






