Abangnya ditemukan selamat. Namun sang ibu, Mardalena, belum ditemukan hingga kini. Duka itu semakin dalam karena sejak kecil Pebrina telah kehilangan ayah. Kini, bencana kembali merampas tempatnya pulang. Semua perlengkapan kuliah, pakaian, dan buku lenyap disapu banjir. Yang melekat hanya pakaian di badan dan sebuah ponsel yang berhasil ia selamatkan dalam sebuah tas saat terombang-ambing. Sejak kejadian, Pebrina tinggal di rumah pamannya, didampingi bibi yang turut hadir saat ia menyampaikan kisah tersebut kepada Rektor.
Hingga hari ketujuh pascabencana, UNP Peduli terus bergerak ke berbagai titik, mengantar sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, air bersih, hingga obat-obatan. Setiap kunjungan membawa kepedulian, bukan hanya paket bantuan, tetapi juga pelukan moral bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. (Ags/Utr/Humas UNP)







