PADANG - Universitas Negeri Padang menyediakan Masjid Al-Azhar, Ruang Serba Guna Fakultas Teknik, Pendopo dan Gor UNP untuk tempat pengungsian bagi mahasiswa dan warga Air Tawar yang terdampak musibah banjir.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (28/11) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Pada kesempatan ini, sivitas akademika Universitas Negeri Padang juga melaksanakan penggalangan dana untuk bantuan tanggap darurat bagi Dosen dan Tendik yang terdampak musibah," tambah Rektor Krismadinata, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Ahmad Syafii, S.H., M.H. yang merupakan Guru di Pondok Pesantren Perkembangan Minangkabau sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Ahmad Syafii, S.H., M.H. dengan ceramahnya bertopik "Jawahir dalam Diri Manusia" menyampaikan bahwa diri manusia akan dipandang mulia, dipandang baik, dipandang berharga adalah apabila memiliki jawahir atau perhiasan diri.
"Perhiasan diri yang pertama adalah akal yang dimiliki oleh manusia. Jika akal tersebut dipergunakan secara baik maka manusia tersebut akan mulia. Akal tidak diberikan kepada makhluk seperti hewan," jelas Ustaz Ahmad Syafii, S.H., M.H.
Lebih lanjut Ustaz Ahmad Syafii, S.H., M.H. menyampaikan bahwa ketika akal diletakkan dibelakang nafsu maka kehidupan manusia itu akan bisa menjadi lebih hina.
"Jika dalam kehidupan manusia ibadah sudah ditinggalkan, masjid sudah ditinggalkan, silaturahmi sudah diputuskan mak bisa jadi musibah dan bala yang dihadapi adalah ujian bagi kita," tukuk Ustaz Ahmad Syafii, S.H., M.H.
Pada kesempatan itu, Ustaz Ahmad Syafii, S.H., M.H. menyampaikan bahwa jawahir yang kedua adalah agama Islam yang kita yakini dan kita akui akan kebenarannya, serta agama yang sangat lengkap mengatur kehidupan kita.
"Malu yang dimiliki manusia yakni malu jika tidak beribadah, malu untuk melakukan maksiat, malu untuk berbuat dosa. Malu seperti ini adalah malu yang diperlukan dalam kehidupan," jelas Ustaz Ahmad Syafii, S.H., M.H.
Selanjutnya Ustaz Ahmad Syafii, S.H., M.H. juga menyampaikan bahwa amal saleh adalah jawahir yang juga diperlukan dalam kehidupan manusia. (ET)






