Sementara itu, pakar pemasaran dari Universitas Putra Indonesia YPTK, Dr. Vicky Brama Kumbara menilai upaya ini merupakan momentum penting bagi kebangkitan daya saing gambir Sumbar di pasar internasional.
Baca juga: Hari Bumi 2026, KAI Divre II Sumbar Perkuat Transportasi Massal Rendah Emisi dan Energi Hijau
“Ini berita baik untuk petani gambir di Sumbar. Penetapan HS Code spesifik perlu didorong agar komoditas gambir bisa naik kelas di pasar internasional,” ujar Vicky.
Menurutnya, HS Code spesifik akan membuka peluang bagi premiumisasi, diversifikasi olahan, dan penetrasi ke industri bernilai tinggi seperti kosmetik, farmasi, dan pangan yang memerlukan standar mutu ketat dan traceability.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Dengan HS Code yang tepat, gambir tidak lagi dipandang sebagai komoditas bahan baku murah. Ini juga membuka ruang kuat untuk membuat komoditas gambir memiliki branding, harga lebih baik, dan pasar yang jauh lebih luas,” pungkasnya. (Adpsb/bud)
Editor : Marjeni Rokcalva







