Sementara itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menegaskan bahwa menjaga adat berarti menjaga jati diri masyarakat minangkabau.
“Adat bukan hanya sekadar aturan, melainkan juga cerminan identitas kita yang berlandaskan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk kembali memahami, mendalami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut,” ungkapnya.
Pelatihan adat ini turut dihadiri oleh Ketua LKAAM, Staf Ahli Walikota, Kepala OPD terkait, camat se-Kota Payakumbuh, Ketua KAN, Ketua Bundo Kanduang Kota, serta perwakilan Bundo Kanduang Nagari se-Kota Payakumbuh. (Do)
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Medio Agusta





