Lebih lanjut, Mahyeldi menegaskan, kehadiran ASN akan dipantau secara ketat. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan melakukan absensi dan rekapitulasi kehadiran untuk memastikan instruksi berjalan sebagaimana mestinya.
Baca juga: 900 Guru Pendidikan Al-Qur'an di Bukittinggi Terima Insentif,Sekaligus Mendapat Pendidikan peningkat
“Tentu akan ada sanksi tegas bagi yang melanggar, bentuknya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Gubernur menilai, partisipasi ASN dalam momentum bersejarah ini sangat penting untuk memperkuat semangat kebangsaan, terlebih di usia kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki 80 tahun. Selaku aparatur negara ASN dituntut untuk memberi contoh teladannkepada masyarakat.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
“ASN harus berada di garda terdepan dalam menumbuhkan nasionalisme. Menghormati peringatan HUT RI adalah kewajiban setiap warga negara, sekaligus penghargaan terhadap jasa para pahlawan bangsa,” tutup Mahyeldi. (adpsb/bud)
Penulis / Wartawan: Editor
Editor: Marjeni Rokcalva
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Editor dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Marjeni Rokcalva sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





