"Karakter masyarakat Sumatra Barat adalah pejuang, berjuang sesuai kemampuan dan kondisi wilayah masing-masing, serta berkontribusi dalam perjuangan bangsa," Katanya.
Dalam diskusi itu, Komjen Pol (Purn) Boy Rafli Amar DT. Bagindo Basa, menyampaikan, kemerdekaan bukan hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga perjuangan melawan kebodohan dan kemiskinan. Kemerdekaan adalah dua sisi mata uang
yaitu tujuan dan daya juang bangsa, jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan pesan penting terkait sejarah dan semangat perjuangan di Kota Bukittinggi.
Wawako menegaskan, Bukittinggi memiliki peran strategis dalam sejarah bangsa, khususnya saat menjadi ibukota negara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) tahun 1948-1949, ketika kota ini menjadi pusat pemerintahan.
Editor : Medio Agusta






