“Kami mendukung penuh program Kota Tangguh Narkoba (Kotan) dengan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pencegahan dan rehabilitasi berbasis masyarakat,” lanjutnya.
Om Zet berharap agar Payakumbuh tidak hanya dikenal sebagai kota kuliner dan budaya, melainkan juga kota yang sehat secara moral dan sosial, bebas dari narkoba, serta mampu melahirkan generasi muda yang kuat secara karakter.
Dengan tema, ‘Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045’, Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi terhadap pelaku kejahatan narkotika di Kota Payakumbuh.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Payakumbuh M. Febrian Jufril, mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir, kejahatan narkotika sudah menyasar hingga ke lini paling bawah masyarakat.
Editor : Medio Agusta






