PADANG - Kita penting hidup untuk tidak bersifat ujub. Dalam kemajuan teknologi digital pada masa kini, bisa saja kita berekspresi dalam media sosial yang mengakibatkan munculnya sifat ujub.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si, M.Si. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (16/5) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Pada saat ini, dosen diminta untuk memenuhi kuantitas perkuliahan dan dipersiapkan untuk melaksanakan ujian akhir semester," tambah Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si, M.Si.
Pada kesempatan itu, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed. anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat merupakan sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
"Jika kita terlanjur ujub atau kagum terhadap diri sendiri maka akan menjadi sifat negatif seperti ge-er dan akhirnya juga akan naik kelas menjadi sifat sombong," tambah Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed.
Lebih lanjut Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed. menjelaskan bahwa bentuk ujub atau kagum seperti kagum terhadap hartanya dan sebagainya akan mengakibatkan sifat sombong dan akhirnya akan merendahkan orang lain.
"Sombong adalah merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Dalam sejarah manusia, Qorun adalah orang yang bersifat ujub karena dia keluar dari kelompoknya dan berada di atas kaumnya. Qorun itu berada di dalam hartanya. Itulah Qorun sang manusia yang bersifat sombong," tambah Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed.
Pada kesempatan itu, Ustaz Irsyad Syafar, Lc., M.Ed. juga menyampaikan bahwa Qorun yang sombong dan bersifat ujub karena hartanya itu akhirnya ditenggelamkan oleh Allah bersama hartanya ke dalam bumi.
Editor : Ermanto






