BUKITTINGGI - Kondisi Terminal Tipe A Simpang Aur Kuning Bukittinggi dalam beberapa tahun terakhir ini semakin semrawut, kelihatan tidak lagi berfungsi sesuai fungsinya sebuah terminal yang hanya untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Hal itu diungkapkan Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di selama sela peninjauan terminal tersebut bersama Wawako Ibnu Asia dan unsur Forkopimda,Jumat,(14/03)
Kelihatan mimik wajah Wako Ramlan sedih dan geram melihat situasi terminal yang sangat semrawut dan sudah keluar dari fungsi utama dari terminal itu sendiri.
Untuk itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, meminta pemerintah pusat melalui BPTD kelas II Sumbar, untuk segera melakukan penertiban dan pembenahan guna mengembalikan fungsi utama terminal sebagai tempat naik turunnya penumpang.
Saat ini, terminal mengalami penyempitan akibat peralihan fungsi, di mana kelihatan ada aktivitas perdagangan berlangsung di area yang tidak sesuai peruntukannya, termasuk penggunaan jalan sebagai lokasi berdagang, ungkap Ramlan.
Untuk ke depan ,Wako menegaskan, tidak akan ada lagi terminal bayangan yang mengganggu ketertiban lalu lintas. Untuk itu, penting penegakan aturan dan tidak akan mentoleransi pelanggaran yang dapat menghambat upaya menciptakan ketertiban di kota Bukittinggi, pungkasnya.
Menanggapi keluh kesah dan pernyataan keras Wako Ramlan itu, Kepala BPTD Kelas II Sumatera Barat, Muhammad Majid Darmawan, mengucapkan terimakasih atas dukungan Wali Kota Bukittinggi, untuk pembenahan Terminal Tipe A Simpang Aur.
Terminal ini dikelola oleh Pemerintah Pusat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat (Sumbar), jelasnya.
Editor : Medio Agusta






